Balasan itu rupanya menyulut amarah Trump. Ia pun mencabut undangan untuk Carney agar bergabung dengan sebuah Dewan Perdamaian. Konflik ini sebenarnya hanya puncak gunung es. Sebelumnya, Trump bahkan pernah menyatakan keinginannya untuk menjadikan Kanada sebagai negara bagian AS gagasan yang muncul bersamaan dengan minatnya untuk 'mencaplok' Greenland.
Provokasinya makin menjadi. Baru-baru ini, dia memposting sebuah gambar peta yang sudah diedit. Di sana, Kanada, Venezuela, Greenland, dan Kuba tampak menyatu dalam wilayah Amerika Serikat.
Dalam pesan terbarunya, Trump sengaja menyebut Carney dengan sebutan "Gubernur Carney." Julukan merendahkan yang sama pernah dia alamatkan kepada Justin Trudeau, pendahulu Carney. Ini jelas bukan sekadar salah sebut, melainkan cara Trump menegaskan pandangannya tentang posisi Kanada.
Di sisi lain, Carney sendiri sejauh ini belum berhasil meraih kesepakatan dagang dengan pemerintahan Trump untuk meringankan tarif di sektor-sektor kunci ekonomi Kanada. Untungnya, Kanada masih punya tameng bernama Perjanjian Kanada-AS-Meksiko (USMCA) yang melindunginya dari tarif paling berat. Hanya saja, perjanjian penting itu akan memasuki masa tinjau ulang tahun ini. Situasinya jadi makin runyam.
Artikel Terkait
Singapura Gelontorkan Rp13 Triliun untuk Ambil Posisi di Peta Persaingan AI Global
Pramono Anung Perintahkan Normalisasi Tiga Sungai Utama Atasi Banjir Jakarta
Drama Menit Akhir Warnai Sabtu Malam Liga Inggris
BOJ Siap Turun Tangan Atasi Lonjakan Imbal Hasil Obligasi Jepang