Suasana pagi yang seharusnya tenang di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, berubah jadi mimpi buruk. Sabtu dini hari, tepatnya sekitar pukul dua pagi, gemuruh keras mengguncang kawasan itu. Tak lama setelahnya, material tanah dalam volume besar meluncur deras, menghantam dan menimbun permukiman warga yang sedang terlelap.
Bencana tanah longsor itu terjadi di Kecamatan Cisarua. Titik longsoran disebutkan ada beberapa, dengan salah satu yang terparah berada di Kampung Babakan, RT 05 RW 11, Pasir Puning.
Dari video yang beredar, pemandangannya sungguh memilukan. Area yang sangat luas tertutup gumpalan tanah coklat. Bangunan-bangunan tersapu, hanya menyisakan puing-puing yang berserakan. Langit di lokasi tampak mendung, dengan rintik hujan yang masih sesekali turun, seolah menyempurnakan kesuraman situasi.
Menurut keterangan Ketua RW 02 setempat yang berada di lokasi, dampaknya benar-benar masif.
“Ini sekitar 30 rumahan ada di sini (yang tertimbun),” ujarnya kepada petugas kepolisian.
Pihak kepolisian bergerak cepat. Dipimpin Pawas Ipda Haryono, personel Polsek Cisarua segera menuju TKP untuk pengecekan dan pendataan awal. Mereka langsung berkoordinasi dengan warga dan perangkat desa.
“Kami sedang berkoordinasi dengan masyarakat setempat dan perangkat masyarakat setempat. Dilaporkan longsoran besar menimbun beberapa rumah warga,” jelas petugas Polsek Cisarua dalam laporannya.
Dampak parah terjadi pada permukiman yang membentang dari Kampung Pasirkuning hingga Kampung Pasir Kuda. Puluhan rumah tertimbun, dan korban jiwa pun tak terhindarkan.
Korban dan Pencarian yang Tak Mudah
Data sementara yang berhasil dihimpun tim gabungan di lapangan cukup mencengangkan. Sedikitnya 30 unit rumah rusak berat tertimbun material. Total warga terdampak mencapai 114 orang.
Hingga saat ini, korban meninggal dunia tercatat enam orang. Sebanyak 21 orang berhasil diselamatkan, namun nasib 84 orang lainnya masih gelap mereka dinyatakan hilang dan tengah dalam proses pencarian.
Upaya evakuasi yang dilakukan gabungan BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan bukan perkara mudah. Medannya terjal, sementara material longsoran yang menumpuk sangat tebal, benar-benar menutupi akses dan rumah-rumah warga. Pencarian berjalan alot.
Di sisi lain, masyarakat sekitar lokasi bencana sudah diimbau untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. Imbauan waspada terhadap potensi bencana susulan juga terus diserukan, mengingat kondisi tanah di sekitarnya masih labil dan rawan bergerak lagi.
Bagi keluarga korban yang merasa kehilangan anggota keluarganya, diharapkan segera melapor ke posko darurat di Desa Pasirlangu. Laporan ini penting untuk mempermudah proses identifikasi dan mempercepat pencarian.
(Nadya Kurnia)
Artikel Terkait
Bank Mandiri, BTN, dan BCA Lolos ke 8 Besar IDX Channel Capital Market Padel Competition
Eksekutif Perusahaan Ramaikan Turnamen Padel IDX Channel, Perkuat Jaringan Bisnis Antar Korporasi
Tiga Calon Jamaah Haji Embarkasi Jakarta Pondok Gede Tertunda Berangkat karena Sakit
Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Anjlok Drastis, Hanya Lima Kapal Berani Melintas dalam Sehari