Sebelum memegang peran makroprudensial, pria kelahiran Surabaya tahun 1967 ini sempat memimpin Institut Bank Indonesia dari 2017 hingga 2022. Setelah itu, ia berpindah ke posisi Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter sebelum akhirnya berpindah lagi setahun kemudian.
Dari segi pendidikan, latar belakang Solikin cukup solid. Ia menyelesaikan S1 di Universitas Airlangga pada 1991. Gelar master pertama diraih dari University of Michigan, AS, tahun 1998.
Tak berhenti di situ, gelar master keduanya ia peroleh dari Maryland University pada 2001. Puncaknya, gelar doktor di bidang ekonomi moneter dari Universitas Indonesia berhasil ia selesaikan empat tahun setelahnya.
Proses uji kelayakan ini akan menentukan siapa yang nantinya menduduki posisi strategis di BI untuk lima tahun mendatang. Hari ini, sorotan pertama tertuju pada Solikin.
Artikel Terkait
Putin Tegaskan Dukungan Tak Tergoyahkan Rusia untuk Iran di Tengah Ketegangan dengan AS dan Israel
Pemerintah Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik dalam Waktu Dekat
Kementerian Keuangan Pastikan Anggaran Makan Bergizi Gratis Rp330 T Tak Dipotong, Pengawasan Diperketat
Warga Bekasi Diingatkan: Imsak Kabupaten 04.31 WIB, Kota 04.32 WIB