Nah, strategi ketiga berkutat pada birokrasi. Pemerintah berusaha memangkas hambatan di sana-sini, agar realisasi produksi di lapangan baru bisa lebih cepat. Rencana pengembangan yang semula mandek, diharapkan bisa bergerak lagi.
"Bagaimana yang POD-POD (Plan of Development) sudah selesai kita juga melakukan percepatan. Ini kita sudah panggil dengan semua KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama),"
tutur Bahlil menjelaskan.
Jadi, intinya ada tiga pilar: legalisasi puluhan ribu sumur, intervensi teknologi, dan percepatan eksekusi. Dengan kombinasi ini, Kementerian ESDM cukup optimistis target lifting minyak dalam RAPBN 2026 yang mencapai 610 ribu barel per hari bisa terkejar. Tentu, pekerjaan rumahnya masih banyak, tapi setidaknya langkah awal sudah diambil.
Artikel Terkait
Warga Jakarta Buka Puasa Pukul 18.11 WIB, Isya 19.20 WIB
Jasa Marga Catat Gelombang Mudik Lebaran 2026 Dimulai Lebih Awal
DPR RI Desak PBB Ambil Tindakan Nyata Atasi Konflik AS-Israel-Iran
Kementerian Perindustrian Dorong Standar Uji Emas Nasional untuk Dongkrak Ekspor Perhiasan