Nah, strategi ketiga berkutat pada birokrasi. Pemerintah berusaha memangkas hambatan di sana-sini, agar realisasi produksi di lapangan baru bisa lebih cepat. Rencana pengembangan yang semula mandek, diharapkan bisa bergerak lagi.
"Bagaimana yang POD-POD (Plan of Development) sudah selesai kita juga melakukan percepatan. Ini kita sudah panggil dengan semua KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama),"
tutur Bahlil menjelaskan.
Jadi, intinya ada tiga pilar: legalisasi puluhan ribu sumur, intervensi teknologi, dan percepatan eksekusi. Dengan kombinasi ini, Kementerian ESDM cukup optimistis target lifting minyak dalam RAPBN 2026 yang mencapai 610 ribu barel per hari bisa terkejar. Tentu, pekerjaan rumahnya masih banyak, tapi setidaknya langkah awal sudah diambil.
Artikel Terkait
BRI Pacu Ekonomi Akar Rumput Lewat 42 Ribu Klaster UMKM
Likuiditas Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Tembus Rp10.133 Triliun di Akhir 2025
Solikin M. Juhro Jalani Uji Kelayakan Pertama untuk Kursi Deputi Gubernur BI
Tragis di Tengah Macet dan Banjir, Sopir Mobil Ditemukan Meninggal di Setir