Di Stasiun Gubeng, Surabaya, Senin (9/3/2026) lalu, suasana tampak berbeda. Menteri Koperasi Ferry Juliantono didampingi sejumlah pejabat, tampak menyaksikan langsung perkembangan sebuah proyek yang disebut-sebut bakal jadi tulang punggung konektivitas digital di Jawa. Proyek itu adalah pembangunan backbone fiber optik sepanjang rel kereta api.
Nah, proyek besar ini digarap oleh Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk, atau yang biasa disebut Kopindosat. Dan menariknya, mereka mendapat suntikan dana segar dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi. Nilainya cukup signifikan, sekitar Rp 47 miliar.
Ferry Juliantono dengan tegas menyatakan dukungannya. Menurutnya, ini langkah penting.
Bayangkan saja, jaringan kabel serat optik ini rencananya membentang panjang sekali, kurang lebih 4.600 kilometer! Rutenya mengikuti lintasan rel dari Cikampek hingga ke ujung timur Jawa, Banyuwangi. Tak cuma itu, ada juga percabangan ke arah Cilacap dan Tegal. Bahkan, rencananya jaringan ini akan menjangkau hingga Bali dan berpotensi dikembangkan ke Sumatera.
Logikanya sederhana sih. Setelah tulang punggung atau backbone utama ini terbangun, pengembangan jaringan ke daerah-daerah yang lebih terpencil akan jauh lebih mudah. Inilah yang diharapkan bisa memecah isolasi digital, terutama di desa-desa yang selama ini kesulitan akses internet.
Artikel Terkait
Gaspoll Sahur Kupas Adab dan Tata Cara Berdoa agar Dikabulkan
Netanyahu Tegaskan Serangan ke Iran Belum Berakhir, Berseberangan dengan Pernyataan Trump
Wali Kota Jakbar Tegaskan Penyegelan Permanen Atlas Padel, Bangunan Dinilai Tak Layak Izin
Wamen PUPR Dorong Perusahaan Tambang di Sultra Beralih ke Sektor Pariwisata