Menkop Dukung Proyek Fiber Optik 4.600 Km di Jalur KA, Didanai LPDB Rp 47 Miliar

- Selasa, 10 Maret 2026 | 15:30 WIB
Menkop Dukung Proyek Fiber Optik 4.600 Km di Jalur KA, Didanai LPDB Rp 47 Miliar

Di Stasiun Gubeng, Surabaya, Senin (9/3/2026) lalu, suasana tampak berbeda. Menteri Koperasi Ferry Juliantono didampingi sejumlah pejabat, tampak menyaksikan langsung perkembangan sebuah proyek yang disebut-sebut bakal jadi tulang punggung konektivitas digital di Jawa. Proyek itu adalah pembangunan backbone fiber optik sepanjang rel kereta api.

Nah, proyek besar ini digarap oleh Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk, atau yang biasa disebut Kopindosat. Dan menariknya, mereka mendapat suntikan dana segar dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi. Nilainya cukup signifikan, sekitar Rp 47 miliar.

Ferry Juliantono dengan tegas menyatakan dukungannya. Menurutnya, ini langkah penting.

“Kami dari Kementerian Koperasi tentu benar-benar ingin menunjukkan bahwa kami mendukung program dari Koperasi Indosat untuk pembangunan fiber optik yang bekerja sama dengan PT Indosat dan PT Kereta Api Indonesia. Ini merupakan salah satu program besar yang akan kita dorong karena akan membantu pembukaan akses internet kepada masyarakat,” ujar Ferry.

Bayangkan saja, jaringan kabel serat optik ini rencananya membentang panjang sekali, kurang lebih 4.600 kilometer! Rutenya mengikuti lintasan rel dari Cikampek hingga ke ujung timur Jawa, Banyuwangi. Tak cuma itu, ada juga percabangan ke arah Cilacap dan Tegal. Bahkan, rencananya jaringan ini akan menjangkau hingga Bali dan berpotensi dikembangkan ke Sumatera.

Logikanya sederhana sih. Setelah tulang punggung atau backbone utama ini terbangun, pengembangan jaringan ke daerah-daerah yang lebih terpencil akan jauh lebih mudah. Inilah yang diharapkan bisa memecah isolasi digital, terutama di desa-desa yang selama ini kesulitan akses internet.

Hadir dalam kunjungan itu, selain Menkop Ferry, ada juga Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, Direktur Utama Kopindosat Wahono, serta perwakilan dari PT KAI dan sejumlah staf ahli. Rupanya, dukungan LPDB ini bukan tanpa alasan.

Krisdianto memaparkan bahwa mendanai koperasi yang terjun di sektor produktif dan strategis adalah bagian dari strategi besar mereka.

“LPDB Koperasi terus mendorong koperasi untuk masuk ke sektor-sektor strategis, termasuk infrastruktur digital. Dukungan pembiayaan kepada Koperasi Indosat merupakan langkah konkret kami dalam memperkuat konektivitas digital yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat luas,” jelas Krisdianto.

Dia melanjutkan, transformasi digital sekarang ini sudah jadi kebutuhan dasar. Bukan cuma untuk perkotaan, tapi justru untuk mendongkrak ekonomi kerakyatan di daerah. Dengan internet yang cepat dan stabil, koperasi desa dan UMKM bisa membuka akses pasar yang lebih luas, mengelola usaha dengan lebih modern, dan meningkatkan daya saing.

Harapannya jelas. Dukungan ini bukan sekadar proyek fisik pasang kabel, tapi lebih ke upaya menyediakan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Masyarakat di pelosok pun diharapkan bisa menikmati akses digital yang setara.

“Harapannya semua masyarakat bisa mendapatkan akses internet. Ini upaya koperasi, dibantu dengan LPDB, untuk memperbanyak daerah-daerah yang memerlukan internet sehingga bisa dipecahkan dan dicarikan solusinya,” tambah Ferry menutup pembicaraan.

Jadi, lewat proyek fiber optik ini, LPDB Koperasi dan Kopindosat sedang berusaha merajut konektivitas. Bukan cuma koneksi antar kota, tapi juga koneksi antara peluang dan masyarakat yang selama ini mungkin merasa terpinggirkan dari derasnya arus digital.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar