“Yang paling penting adalah sekarang, Gubernur bank sentral, Kementerian Keuangan, dan semua elemen pemerintah dan bank sentral itu setuju untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Dan kita percaya bank sentral punya strategi yang pas lah untuk mengendalikan nilai tukar,” kata Purbaya.
Optimisme itu dia tunjukkan dengan proyeksinya. Menyusul penguatan tipis di sesi sebelumnya, Purbaya yakin rupiah akan terus membaik. Dasarnya? Perbaikan fundamental ekonomi Indonesia yang terus diupayakan lewat berbagai kebijakan. “Kan kemarin juga sudah menguat, kan. Harusnya sih kalau perkiraan saya enggak salah, hari ini juga akan menguat terus. Karena fundamental ekonomi kita diperbaiki terus dan akan semakin membaik ke depan. Jadi Anda enggak usah khawatir,” ujarnya meyakinkan.
Dan rupanya, proyeksi itu ada benarnya. Data dari Bloomberg menunjukkan, rupiah ditutup menguat 0,24 persen ke level Rp16.896 per dolar AS pada hari itu. Sebuah sinyal yang mungkin bisa sedikit meredakan kecemasan.
Artikel Terkait
Commuter Line Merak Berhenti di Cilegon Sementara, Antisipasi Arus Mudik Lebaran
SKK Migas dan Kontraktor Tandatangani Amendemen PJBG, Lifting Minyak Diproyeksi Naik 11.693 Barel per Hari
Calon Komisioner OJK Soroti Ancaman Siber dan Rendahnya Literasi Keuangan
Persiapan Mudik: Lima Pengecekan Kendaraan Wajib untuk Hindari Mogok di Jalan