Kabarnya, Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang baru, mengalami luka-luka. Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel disebut-sebut sebagai penyebabnya. Namun begitu, kabar itu langsung dibantah oleh pihak Teheran. Seorang pejabat menyatakan dengan tegas bahwa Mojtaba justru dalam kondisi "aman dan sehat".
Pernyataan itu datang dari Yousef Pezeshkian. Dia adalah penasihat pemerintah sekaligus putra dari Presiden Masoud Pezeshkian.
"Saya mendengar kabar bahwa Bapak Mojtaba Khamenei terluka. Saya telah bertanya kepada beberapa teman yang memiliki koneksi. Mereka memberitahu saya bahwa, alhamdulillah, beliau dalam keadaan aman dan sehat,"
kata Yousef lewat Telegram, seperti dilaporkan AFP, Rabu lalu.
Di sisi lain, televisi pemerintah Iran sendiri pernah menyebut Mojtaba sebagai veteran perang yang terluka dalam "perang Ramadan". Meski begitu, rincian cedera yang dialaminya tak pernah dijelaskan secara gamblang.
Semua ini terjadi di tengah situasi yang sudah panas. Sejak akhir Februari, AS dan Israel memang melancarkan serangan skala besar ke Iran. Rentetan serangan itu memakan banyak korban, termasuk tokoh-tokoh penting. Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi sebelumnya dan ayah dari Mojtaba, dilaporkan menjadi salah satu yang tewas.
Iran pun tak tinggal diam. Mereka membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone, menyasar target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Lalu, hanya berselang sepekan setelah sang ayah wafat, tepatnya pada Minggu (8/3), otoritas Iran membuat pengumuman resmi. Mojtaba Khamenei, pria berusia 56 tahun itu, dipilih untuk menggantikan ayahnya. Dia kini adalah pemimpin tertinggi yang baru, memegang tampuk kepemimpinan di tengah kobaran konflik.
Artikel Terkait
Jadwal Salat Makassar Kamis 11 Juni 2026: Imsak Pukul 04.36, Magrib Waktu Buka Puasa
Pemerintah Persempit Penerima Fasilitas Pajak Final UMKM demi Dorong Usaha Naik Kelas
Pencuri di Mojokerto Tinggalkan Surat Permintaan Maaf dan Janji Ganti Rugi demi Biaya Sekolah Anak
Gempa M 4,1 Guncang Nias Barat Akibat Aktivitas Megathrust, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada