Sementara itu, cerita gas bumi agak berbeda. Rata-rata lifting gas sepanjang tahun berada di angka 951,8 ribu barel setara minyak per hari. Memang stabil, berkisar antara 913 hingga 978 ribu. Namun sayang, capaian ini masih di bawah target APBN yang ditetapkan sebesar 1.005 ribu barel. Ini jelas menunjukkan tantangan produksi yang belum tuntas, entah dari sisi lapangan atau tekanan permintaan global yang berubah-ubah.
Kalau dilihat pemanfaatannya, total gas yang digunakan mencapai 5.600 BBTUD. Mayoritas, 69 persen, diserap untuk kebutuhan dalam negeri. Ekspornya sendiri cuma 31 persen.
"Pemanfaatan gas bumi kita, itu 31 persen kita ekspor, karena mereka sebelum POD sudah kontrak. Sementara 69 persen untuk konsumsi dalam negeri. Kemudian dari 69 persen itu sekitar 37 persen sampai 38 persen untuk hilirisasi," jelas Bahlil.
Dari porsi domestik tadi, sektor hilirisasi industri menyerap bagian terbesar, sekitar 37 persen. Sisa 32 persen dipakai untuk berbagai kebutuhan lain seperti BBG, gas rumah tangga, hingga pembangkit listrik dan LNG. Jadi, meski ekspor batu bara masih dominan, di sisi lain pemanfaatan domestik terutama untuk gas tampaknya mulai diarahkan untuk menggerakkan industri dalam negeri. Sebuah langkah yang patut dicermati perkembangannya ke depan.
Artikel Terkait
Telkomsel dan Indihome Lumpuh, Ribuan Pengguna Mengeluh
Menteri Keuangan Bantah Isu Pelemahan Rupiah Terkait Pencalonan Thomas di BI
Rustam Effendi Tuding Eggi Sudjana Sebagai Dalang Isu Ijazah Jokowi
Jalan Letjend Suprapto Tergenang, Arus Lalu Lintas Dialihkan ke Jalur Cepat