Soal isu perjanjian bantuan dengan Greenland atau Islandia? Itu juga ditepis mentah-mentah. Lavrov bilang, kondisi untuk pengaturan semacam itu tidak ada. Posisi Rusia, setidaknya untuk saat ini, cuma sebagai pengamat. Mereka cuma memantau perkembangan, tanpa keterlibatan langsung.
Di sisi lain, upaya Presiden AS Donald Trump untuk mengambil kendali Greenland memang terus bergulir. Wilayah yang dikenal kaya mineral itu dianggap penting untuk keamanan nasional AS. Argumennya, langkah itu perlu untuk mengantisipasi gerakan serupa dari China dan Rusia. Meski begitu, niat Trump ini banyak ditentang, termasuk oleh sekutu-sekutu Eropanya.
Lavrov menutup pernyataannya dengan nada datar, seolah ingin menjauhkan negaranya dari polemik ini. "Kami tidak ada hubungannya dengan masalah ini. Kami akan memantau situasinya," katanya.
Artikel Terkait
Gelombang Korban Penipuan Kamboja Serbu KBRI Phnom Penh
Pelaku Usaha Sambut Hangat Rencana BUMN Tekstil, Lihat Peluang Sinergi
Transjakarta, MRT, dan LRC Tembus 461 Juta Penumpang, Terbaik Kedua di Asia Tenggara
LPEM UI Desak BI Rate Bertahan di 4,75% di Tengah Badai Inflasi dan Rupiah Lunglai