Penulis: Masrul Fajrin
Distribusi Lancar dan Pasokan Aman Menjadi Kunci Kendali Inflasi di Daerah
Menjelang Idul Fitri, biasanya harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Tapi tahun ini, ceritanya agak beda. Hingga awal Maret 2026, suasana pasar terasa lebih tenang. Aktivitas mudik memang sudah mulai terlihat, namun anehnya, harga sejumlah bahan pangan utama masih bertahan di zona stabil.
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mengamati fenomena ini. Menurutnya, ada anomali positif yang patut disyukuri. Beberapa komoditas strategis, katanya, tidak mengalami lonjakan harga yang drastis seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Biasanya mendekati Lebaran harga telur bisa menyentuh Rp35.000, namun pantauan kami di lapangan saat ini masih di angka Rp29.000,"
ujar Bambang saat melakukan peninjauan di Surabaya, Sabtu lalu.
Itu artinya, harganya jauh lebih rendah ketimbang puncak musiman yang biasa terjadi. Dan ternyata, stabilitas ini tidak cuma terjadi pada telur ayam saja.
Efisiensi Jalur Distribusi
Minyak goreng dan beras pun menunjukkan pola serupa. Kenapa bisa begitu? Rupanya, kuncinya ada pada rantai distribusi yang berjalan lebih efisien. Ketika pasokan dari produsen sampai ke tangan pedagang kecil dan konsumen berjalan lancar, gejolak harga bisa diredam.
Bambang menekankan, fakta bahwa harga di warung-warung kampung tetap terjangkau membuktikan satu hal: hambatan logistik yang kerap jadi biang kerok inflasi jelang lebaran, kali ini berhasil dikendalikan.
Dampak Positif bagi Ekonomi Daerah
Di sisi lain, gelombang mudik tahun ini justru diprediksi bakal menyuntikkan semangat baru bagi perekonomian di daerah. Bayangkan saja, arus uang yang dibawa pulang oleh para perantau akan langsung mengalir ke pasar-pasar lokal.
"Musim mudik bukan sekadar tradisi, melainkan momentum pergeseran roda ekonomi ke daerah-daerah. Transaksi yang dilakukan pemudik akan langsung menyentuh pelaku usaha warga setempat,"
tambah legislator asal Jawa Timur itu.
Jadi, selain harga yang stabil, ada efek berantai positif yang diharapkan bisa dinikmati oleh usaha mikro dan kecil di berbagai kota kecil.
Waspada, Jangan Sampai Lengah
Namun begitu, situasi yang terkendali sekarang bukan alasan untuk berpuas diri. Pemerintah didesak agar tetap waspada, terutama dalam mengawasi sebelas komoditas pangan pokok yang diatur dalam aturan. Pengawasan di tingkat lapangan, di pasar tradisional, harus konsisten.
Itu syarat mutlak jika ingin daya beli masyarakat tetap terjaga hingga hari raya tiba. Bambang menutup dengan harapan agar pemerintah terus memastikan ketersediaan stok. Jangan sampai kelangkaan mendadak muncul dan memicu spekulasi yang ujung-ujungnya merugikan rakyat biasa.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
iCAR V23 Luncurkan Mobil Listrik dengan Sistem Kendali Cerdas Berbasis Chip Snapdragon
Massa Ojol Ricuh di Makassar, Patroli Polisi Rusak Usai Penganiayaan Driver
Bareskrim dan FBI Petakan Ekosistem Kejahatan Siber dari Penjualan Skrip Phishing
Kemenpar Soroti Kompetensi Penjamah Makanan untuk Keamanan dan Daya Saing Wisata Kuliner