Dia ambil contoh kasus lama. Dulu, penyakit hewan pernah bikin populasi sapi nasional menyusut drastis, sekitar 6 juta ekor. Kerugiannya? Bisa mencapai triliunan rupiah.
“Temuan bawang bombay ilegal sebelumnya saja juga membawa penyakit yang tidak ada di Indonesia. Hal ini yang perlu kita perhatikan,” ujarnya.
“Kalau ini masuk ke tanaman pangan kita, risikonya sangat besar. Karena itu semua komoditas harus melalui prosedur resmi, karantina, dan mekanisme perpajakan yang jelas.”
Bagi sang menteri, praktik seperti ini bukan sekadar pelanggaran. Lebih dari itu. Ini bentuk pengkhianatan.
“Ini pengkhianatan terhadap petani. Tidak ada kemanusiaannya, tidak cinta Merah Putih,” tegas Amran dengan nada keras.
“Karena itu kami minta diberi sanksi berat, jangan diberi ampun. Barangnya harus dimusnahkan dan tidak boleh beredar.”
Pesan itu jelas. Ancaman beras ilegal nyata adanya, dan dampaknya bisa merambat kemana-mana. Mulai dari lapangan sawah petani hingga ke piring kita semua.
Artikel Terkait
Gelombang Korban Penipuan Kamboja Serbu KBRI Phnom Penh
Pelaku Usaha Sambut Hangat Rencana BUMN Tekstil, Lihat Peluang Sinergi
Transjakarta, MRT, dan LRC Tembus 461 Juta Penumpang, Terbaik Kedua di Asia Tenggara
LPEM UI Desak BI Rate Bertahan di 4,75% di Tengah Badai Inflasi dan Rupiah Lunglai