Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke London pada Selasa lalu benar-benar berlangsung hangat. Di tengah agenda yang padat, pertemuan puncaknya dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di Kantor Perdana Menteri 10 Downing Street menghasilkan sebuah sinyal penting: komitmen kedua negara untuk memperkuat kolaborasi di lautan.
PM Starmer sendiri yang menyambut kedatangan Prabowo. Setelah berjabat tangan dan berfoto, mereka masuk ke ruang pertemuan. Suasana yang terbangun digambarkan konstruktif, jauh dari sekadar formalitas belaka.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo tak ragu menyebut kunjungan ini produktif. Dia mengapresiasi sambutan dari pihak Inggris dan mengungkap sejumlah pertemuan kunci yang telah dilakukannya. Fokusnya jelas, salah satunya adalah penguatan kerja sama maritim.
"Saya bertemu dengan CEO Babcock. Kami sangat senang untuk melanjutkan kemitraan maritim ini. Saya pikir ini akan sangat penting dan strategis bagi Indonesia. Saya rasa ini akan menjadi bagian penting dari pembangunan ekonomi maritim kita," kata Prabowo.
Kerja sama itu bukan satu-satunya agenda, tentu saja. Prabowo juga menyebut rencananya untuk berdiskusi dengan para pelaku bisnis dan akademisi Inggris di hari yang sama.
“Hari ini saya akan mengadakan diskusi lagi dengan para pemimpin bisnis dari Inggris. Juga dengan para pemimpin dari kelompok universitas Russell Group. Jadi, saya rasa ini sangat produktif. Dan saya sangat menghargai hubungan kita, Perdana Menteri,” katanya menambahkan.
Di sisi lain, PM Starmer memandang kunjungan ini sebagai cermin dari hubungan bilateral yang sedang naik daun. Pasca ditetapkannya status kemitraan strategis, kerja sama nyata mulai terlihat. Starmer secara khusus menyoroti manfaat perjanjian maritim yang telah disepakati sebelumnya, bahkan lewat virtual, pada forum G20.
“Terima kasih juga atas perjanjian maritim yang telah kita tandatangani, meskipun secara virtual di G20. Dan itu diukur dari banyak sekali lapangan pekerjaan yang benar-benar penting bagi Inggris,” ujar Starmer.
Pertemuan empat mata itu kemudian dilanjutkan dengan sesi bilateral yang melibatkan delegasi kedua negara. Inti pembahasannya adalah bagaimana menerjemahkan kesepakatan-kesepakatan itu menjadi langkah konkret. Mereka ingin memperluas lagi kerja sama yang sudah terjalin.
Pada akhirnya, pertemuan di London itu lebih dari sekadar kunjungan kenegaraan biasa. Ia menegaskan sebuah niat bersama: menjadikan kemitraan strategis Indonesia-Inggris sebagai fondasi untuk kerja jangka panjang. Fondasi yang diharapkan tak hanya menguntungkan kedua pihak, tetapi juga memberi kontribusi bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.
Artikel Terkait
Tokoh Perdamaian Poso dan Ambon Dukung JK, Sepakat Lawan Fitnah Usai Ceramah UGM
IMF Soroti Indonesia sebagai Titik Terang Ekonomi Global Berkat Kebijakan Kredibel
Satgas Haji Gunakan Pasal Pencucian Uang untuk Kejar Calo dan Kembalikan Uang Jamaah
Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah RI