Di sisi lain, Trump tampaknya tidak terlalu khawatir dengan reaksi itu. Ia meyakini rencananya untuk merebut Greenland tidak akan menemui perlawanan yang serius. Meski begitu, ia enggan menjelaskan lebih detail soal bentuk “perlawanan” yang ia maksud.
Logikanya sederhana: menurut sang Presiden, para pemimpin Eropa saat ini tidak akan banyak membantah. Alasannya? Amerika Serikat sangat membutuhkan Greenland. Titik.
Jadi, situasinya jadi rumit. Di satu sisi, Trump merasa NATO berutang budi padanya. Di sisi lain, ia justru bersitegang dengan sekutu-sekutu terdekatnya di organisasi yang sama. Bagaimana ini akan berakhir? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Artikel Terkait
Panglima TNI Perintahkan Seluruh Jajaran Masuk Status Siaga 1
Trump Buka Peluang Serangan Darat AS ke Iran untuk Sita Uranium
Dua Pemain Asing Persija Siap Bertarung Hingga Akhir untuk Kejar Puncak Klasemen
Warga Bekasi Diingatkan: Imsak Besok 04.31 WIB di Kabupaten, 04.32 WIB di Kota