Di sisi lain, Trump tampaknya tidak terlalu khawatir dengan reaksi itu. Ia meyakini rencananya untuk merebut Greenland tidak akan menemui perlawanan yang serius. Meski begitu, ia enggan menjelaskan lebih detail soal bentuk “perlawanan” yang ia maksud.
Logikanya sederhana: menurut sang Presiden, para pemimpin Eropa saat ini tidak akan banyak membantah. Alasannya? Amerika Serikat sangat membutuhkan Greenland. Titik.
Jadi, situasinya jadi rumit. Di satu sisi, Trump merasa NATO berutang budi padanya. Di sisi lain, ia justru bersitegang dengan sekutu-sekutu terdekatnya di organisasi yang sama. Bagaimana ini akan berakhir? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Artikel Terkait
Mentan Amran: Swasembada Beras Tercapai dalam Setahun Berkat Dukungan Daerah
Marty Supreme Pecahkan Rekor Box Office, Jadi Film A24 Terlaris Sepanjang Masa
Gustavo Franca Resmi Perkuat Arema, Antusias Sambut Babak Baru di Malang
Ironi Pahit di Udara Maros: Pesawat Penolong Kemanusiaan Kini Jadi Sasaran Pencarian