Presiden Prabowo Subianto baru saja mengajukan tiga nama untuk mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Salah satu yang menarik perhatian adalah Solikin M Juhro, sosok karieran BI yang namanya mungkin tak setenar kandidat lainnya.
Kalau dilihat dari track record-nya, Solikin bukanlah nama baru di lingkungan bank sentral. Pria kelahiran Surabaya, 1967 ini sudah mengabdi di BI sejak 1994. Perjalanan kariernya cukup panjang dan beragam.
Dia pernah memimpin Institut Bank Indonesia dari 2017 hingga 2022. Setelah itu, sempat menjabat Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter sebelum akhirnya menduduki posisinya yang sekarang: Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI sejak 2023.
Latar belakang pendidikannya pun cukup mentereng. Gelar sarjana diraihnya dari Universitas Airlangga di bidang Ekonomi dan Studi Pembangunan. Namun begitu, dia tak berhenti belajar.
Solikin kemudian melanjutkan studi ke University of Michigan, Amerika Serikat, dan berhasil meraih gelar Master of Applied Economics pada 1998. Tiga tahun berselang, tepatnya 2001, dia kembali menambah koleksi gelar masternya dari Maryland University. Puncaknya, gelar doktor di bidang Economics Monetary dari Universitas Indonesia dia peroleh di tahun 2005.
Di sisi lain, dua nama lain yang diajukan Prabowo juga tak kalah kuat. Thomas Aquinas Djiwandono, Wakil Menteri Keuangan saat ini, dianggap sebagai kandidat kuat. Bersamanya, ada juga Dicky Kartikoyono yang menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI.
Ketiga nama ini resmi diumumkan oleh Komisi XI DPR RI. Langkah selanjutnya? Mereka akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan alias fit and proper test yang jadwalnya sedang disusun.
Proses seleksi ini dipastikan akan ketat. Maklum, profil ketiga kandidat ini sangat solid. Komisi XI tentu punya pekerjaan rumah yang tidak mudah untuk memilih yang terbaik di antara mereka.
Artikel Terkait
442 Jemaah Haji Kloter 5 Embarkasi Pondok Gede Berangkat ke Tanah Suci, Tiga Orang Tertinggal karena Sakit
China Perketat Investasi Asing ke Perusahaan Teknologi dan AI Usai Akuisisi Manus
AS Jatuhkan Sanksi ke Kilang Minyak China dan Puluhan Kapal Tanker akibat Bisnis Minyak Iran
Kemenperin Dorong Kemasan Kertas Aseptik sebagai Alternatif Ramah Lingkungan untuk Industri Makanan dan Minuman