Makanan kaleng memang penyelamat di saat malas masak. Praktis banget, tinggal buka, panaskan, dan jadi. Tapi hati-hati, nggak semua kaleng yang berjejer rapi di rak supermarket itu benar-benar aman.
Mulai dari sarden, kornet, sampai buah dan sup, pilihannya banyak. Namun, sebelum masuk keranjang belanja, ada baiknya kita cermati dulu kondisi fisik kemasannya. Sekilas sih terlihat awet dan tahan lama, tapi penampilan bisa menipu.
Prof Eko Hari Purnomo, Guru Besar dari IPB University, tegas menyatakan hal ini. Menurut beliau, makanan kaleng dengan kemasan yang rusak sama sekali tidak layak santap. Risikonya? Gangguan kesehatan yang serius.
"Makanan kaleng adalah bahan pangan yang diawetkan dengan cara dimasukkan ke dalam wadah kaleng kedap udara, lalu melalui proses pemanasan atau sterilisasi, sehingga mikroba penyebab pembusukan mati," jelasnya.
Nah, kunci keamanannya ada dua. Pertama, proses pemanasan yang tepat sejak awal. Kedua, dan ini yang sering kita abaikan, kemasannya harus benar-benar utuh. Kalau kemasan bocor, ya percuma saja proses sterilisasi awalnya. Udara dan bakteri bisa masuk lagi dan merusak isinya.
Lalu, gimana cara tahu kalengnya bermasalah? Tanda yang paling gampang dikenali adalah kaleng yang menggembung.
"Yang paling mudah adalah kalengnya kembung. Itu mengindikasikan ada peluang bahwa mikroba tumbuh di dalam kaleng dan menghasilkan gas," kata Prof. Eko.
Artikel Terkait
Bank Danamon Siapkan Perombakan Manajemen, Nobuya Kawasaki Diusulkan Gantikan Daisuke Ejima
Kemenhub Temukan 2.060 Bus Tak Layak Jelang Puncak Mudik 2026
Pemerintah Mulai Evakuasi 32 WNI dari Iran via Azerbaijan
Pendaftaran Tiket Gratis Kapal Mudik Lebaran 2026 Dibuka, Kuota 69 Ribu Kursi