Spekulasi akhirnya berakhir. Selama beberapa hari, sebuah kotak besar terbungkus kain hijau di Masjid Umayyah, Damaskus, memicu rasa penasaran banyak orang. Apa isinya? Pertanyaan itu kini terjawab langsung dari mulut Presiden Suriah, Ahmed Al-Sharaa.
Dalam pidato menyambut Hari Pembebasan, Senin lalu, Al-Sharaa berdiri di mimbar masjid bersejarah itu. Suaranya lantang mengumumkan bahwa hadiah misterius itu berasal dari Kerajaan Arab Saudi, tepatnya dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Isinya? Sebuah potongan kiswah, kain penutup Ka'bah yang sangat dihormati.
“Kami memilih menempatkan karya tersebut [kiswah] di Masjid Umayyah agar ikatan cinta dan persaudaraan dapat terjalin dari Makkah hingga Syam [Suriah],” ujar Al-Sharaa.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan upayanya membangun hubungan baik dengan Riyadh dan Washington.
Usai berpidato tentang masa depan Suriah, Al-Sharaa turun dan menghampiri kotak itu. Proses pembukaannya pun dimulai. Kain hijau penutupnya secara perlahan diangkat dan digulung. Yang tersisa adalah sebuah kotak kaca bening, memamerkan isinya untuk semua yang hadir.
Di dalamnya, terhampar sepotong kiswah yang cukup panjang. Kain hitam itu memancarkan kilauan benang emas yang menyulam ayat suci. Kaligrafinya indah, diambil dari Surah Al-Baqarah ayat 125.
"Dan ingatlah ketika Kami menjadikan Baitullah (Ka’bah) sebagai tempat kembali bagi manusia dan tempat yang aman, dan jadikanlah sebagian dari maqam Ibrahi sebagai tempat salat.”
Seperti diketahui, kiswah diganti setiap tahun. Proses pembuatannya rumit dan mahal, bisa menelan biaya lebih dari Rp 100 miliar. Nah, setelah 'pensiun', kain suci ini biasanya dipotong-potong. Lalu dihadiahkan kepada tamu negara atau pihak-pihak terhormat sebagai cenderamata yang tak ternilai.
Hadiah dari Saudi ini menemukan rumahnya di tempat yang tepat. Masjid Umayyah sendiri bukan sembarang masjid. Dibangun sekitar tahun 715 Masehi di era Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik, bangunan ini adalah peninggalan megah Dinasti Umayyah yang masih berdiri kokoh.
Masjid ini punya aura sejarah yang sangat kental. Di dalamnya, terdapat sebuah makam yang diyakini menyimpan kepala Nabi Yahya. Karena itu, situs ini dihormati baik oleh umat Islam maupun Kristen.
Belum lagi cerita tentang salah satu menaranya. Menara Timur, atau yang sering disebut Menara Putih dan Menara Isa. Menurut keyakinan, di situlah nanti Nabi Isa akan turun ke bumi di akhir zaman. Kisah-kisah seperti inilah yang membuat setiap sudut Masjid Umayyah terasa penuh makna.
Jadi, potongan kiswah itu bukan sekadar hadiah. Ia adalah simbol. Sebuah jembatan yang ditenun dari benang emas, menghubungkan dua tanah suci dalam ikatan yang mereka harap akan tetap abadi.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu