FIFA akhirnya merilis daftar lengkapnya. Siapa saja yang akan jadi tuan rumah FIFA Series 2026, dan bagaimana grup-grupnya tersusun, kini sudah tak lagi jadi teka-teki. Pengumuman ini menandai babak baru dari kompetisi yang memang sengaja dirancang untuk menjangkau lebih banyak tim nasional, baik putra maupun putri.
Format barunya sendiri sebenarnya sudah diumumkan setahun sebelumnya, tepatnya November 2025. Tapi baru sekarang detilnya benar-benar jelas. Yang pasti, edisi 2026 bakal ramai. Ada 48 tim nasional yang bakal turun, terbagi rapi dalam 12 grup berisi empat tim. Semua laga ini dijadwalkan pada jendela internasional Maret dan April nanti.
Kalau dipikir-pikir, angka 48 tim itu cukup signifikan. Itu mewakili hampir seperempat dari total 211 anggota FIFA. Uniknya, hanya 11 negara yang ditunjuk sebagai tuan rumah. Rwanda jadi satu-satunya yang mendapat kepercayaan menggelar dua grup sekaligus, sehingga totalnya genap 12 grup terselenggara.
Dari sisi jenis pertandingan, FIFA Series 2026 terdiri dari sembilan grup untuk putra dan tiga grup untuk putri. Yang menarik, semua konfederasi di bawah FIFA terwakili di sini. Hal ini jelas menegaskan ambisi turnamen ini sebagai ajang yang benar-benar global, bukan cuma untuk segelintir region.
Lalu, di mana saja pertandingannya digelar? Untuk sektor putra, negara tuan rumahnya adalah Australia, Azerbaijan, Indonesia, Kazakhstan, Selandia Baru, Puerto Riko, Rwanda, dan Uzbekistan. Sementara laga-laga putri akan berlangsung di Brasil, Pantai Gading, dan Thailand.
Menurut rencana, seluruh pertandingan nanti akan disiarkan secara resmi ke penjuru dunia. Ini tentu kabar baik. Bukan cuma memberi eksposur buat tim-tim peserta, tapi juga memudahkan para penggemar sepak bola dari berbagai negara untuk menyaksikannya.
Dari kacamata kompetisi, FIFA Series 2026 memang sengaja menghadirkan keragaman yang mencolok. Ambil contoh di sektor putra. Rentang peringkat FIFA pesertanya sangat lebar, mulai dari Australia yang menduduki peringkat 26 dunia, sampai Kepulauan Virgin Amerika Serikat yang ada di posisi 207.
Hal serupa terlihat di sektor putri. Di satu sisi ada raksasa seperti Brasil (peringkat 7), di sisi lain ada tim seperti Turks and Caicos yang berada di peringkat 194. Keragaman ini bukan kebetulan. Ini mencerminkan komitmen FIFA untuk menciptakan laga yang relevan bagi semua anggota, terlepas dari seberapa maju perkembangan sepak bola di negara mereka.
Ada fakta menarik lainnya. Ternyata, lima tim putra yang ikut Australia, Tanjung Verde, Curaçao, Selandia Baru, dan Uzbekistan sudah pasti tampil di Piala Dunia 2026. Ini menunjukkan bahwa FIFA Series bukan cuma ajang pengembangan, tapi juga punya nilai kompetitif yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Efeknya juga terasa di luar lapangan. Turnamen ini menjadi semacam ajang latihan organisasi yang berharga. Asosiasi anggota, baik yang jadi tuan rumah maupun peserta, mendapat pengalaman langsung dalam menyelenggarakan turnamen. Mulai dari perencanaan operasional, pengembangan wasit, sampai manajemen kompetisi semuanya dirancang mendekati standar turnamen besar.
Pada intinya, FIFA Series 2026 selaras dengan tujuan strategis FIFA untuk Sepak Bola Global 2023–2027. Kompetisi ini memberi ruang bagi tim nasional untuk bertemu lawan dari konfederasi berbeda, tanpa perlu menambah padatnya kalender. Di saat yang sama, ia mendorong pertumbuhan teknis, penguatan organisasi, dan tentu saja, pertukaran budaya lewat sepak bola.
Berikut adalah susunan grup lengkapnya:
Grup Putra
Artikel Terkait
Sertifikat Tanah Korban Bencana Ditunda, Ini Alasan Strategis Pemerintah
Honda Brio Satya S Kini Hadir dengan Transmisi CVT, Harga Mulai Rp 183,5 Juta
Arus Balik Libur Isra Mikraj Membanjiri Gerbang Tol Cikampek
InJourney Siap Pangkas 4.000 Ton Emisi Karbon dari Bandara hingga Hotel