"Kami di KSSK, meskipun masing-masing independen, tetap memastikan kebijakan fiskal dan moneter saling mendukung," jelasnya.
Lalu, kapan sebuah bank sentral bisa dibilang kehilangan independensinya? Purbaya punya patokan jelas: yaitu ketika pemerintah mulai ikut campur dalam rapat-rapat penetapan suku bunga. Itu garis merah yang tak boleh dilewati. Dan pemerintah, tegasnya, selalu menghormati batas itu.
"Kalau itu dilakukan, barulah tampak bahwa BI tidak independen. Tapi, ini bukanlah kasusnya," tegas Purbaya.
Penegasan ini jelas ditujukan untuk meredam gejolak di kalangan pelaku pasar. Kekhawatiran akan politisasi di tubuh BI memang selalu sensitif. Harapannya, dengan rotasi ini justru terjadi pertukaran perspektif yang memperkaya kedua institusi. Pengelolaan keuangan negara dan kebijakan moneter bisa mendapat suntikan segar, tanpa harus mengorbankan integritas yang sudah dibangun.
Nah, sekarang tinggal menunggu realisasi pertemuannya dengan Juda Agung. Langkah selanjutnya akan segera lebih jelas.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya: Target 6 Persen Bisa Tercapai, IHSG dan Modal Asin Jadi Sinyal Positif
Amran Siapkan Gudang Baru di Karimun, Pasokan Beras Kepri Dijamin Aman
Lahan HGU Terlantar Disiapkan Jadi Hunian Tetap Korban Banjir Sumatra
KIP-K Rp 1,6 Triliun: Kemenag Dorong Beasiswa untuk Mahasiswa Asing dan Warga Sekitar Kampus