Di gedung DPR, Senin lalu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencoba menjawab satu kekhawatiran yang mengemuka. Isunya soal rencana rotasi pejabat tinggi antara Kemenkeu dan Bank Indonesia. Purbaya meyakinkan bahwa langkah ini sama sekali tidak akan mengganggu kemandirian bank sentral.
"Saya khawatir kalau Juda Agung masuk ke posisi saya, nanti orang dari Perry (Gubernur BI) berusaha menekan saya di dalam," ujar Purbaya, setengah bergurau namun serius.
Tapi, katanya, pertukaran ini justru seimbang. Tidak ada yang aneh. Intinya, independensi BI tetap terjaga.
Rotasi yang dimaksud melibatkan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono yang masuk bursa calon Deputi Gubernur BI. Di sisi lain, Juda Agung, seorang senior di BI, dikabarkan akan berpindah ke Kementerian Keuangan. Meski belum bisa mengonfirmasi detail posisi Juda, Purbaya mengakui rencana pertemuan sudah ada.
"Kelihatannya begitu, saya dengar juga begitu. Saya akan bertemu dengan Bapak Juda Agung mungkin besok kali," tambahnya.
Menurut Menkeu, selama ini kerja sama fiskal dan moneter sudah berjalan solid di bawah Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Justru independensi masing-masing lembaga itulah yang jadi modal. Itu memungkinkan terciptanya kebijakan yang saling menguatkan, bukan saling jegal.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya: Target 6 Persen Bisa Tercapai, IHSG dan Modal Asin Jadi Sinyal Positif
Amran Siapkan Gudang Baru di Karimun, Pasokan Beras Kepri Dijamin Aman
Lahan HGU Terlantar Disiapkan Jadi Hunian Tetap Korban Banjir Sumatra
KIP-K Rp 1,6 Triliun: Kemenag Dorong Beasiswa untuk Mahasiswa Asing dan Warga Sekitar Kampus