Di sisi lain, proses pembongkaran sebenarnya sudah mulai berjalan di lokasi lain. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya menyebut prioritas saat ini adalah tiang-tiang di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Lalu bagaimana dengan Senayan? Pemprov DKI rupanya punya ide lain. Mereka tak ingin aset yang sudah berdiri itu sia-sia. Opsi pemanfaatan justru lebih dipertimbangkan.
“Kalau ini sudah berjalan dengan baik, yang di Senayan memang beberapa pasti akan kami bongkar," kata Pramono.
"Tetapi beberapa akan kami sisakan untuk videotron dan sebagainya, untuk reklame. Jadi harus dimanfaatkan.”
Logikanya sederhana. Menurut Pramono, memanfaatkan tiang yang ada untuk videotron atau papan reklame jauh lebih bermanfaat. Selain menghindari kesan mubazir, langkah ini diharapkan bisa mendatangkan pemasukan baru bagi daerah. Daripada dibongkar habis dan jadi besi tua, lebih baik diubah jadi sesuatu yang produktif.
Jadi, nasib tiang-tiang monorel Senayan masih digantung. Menunggu evaluasi Setneg usai pekerjaan di Kuningan rampung, sambil menimbang gagasan Pemprov DKI untuk menyulapnya jadi media iklan.
Artikel Terkait
Korlantas Pacu Digitalisasi, e-BPKB Wajib untuk Semua Mobil Baru pada 2027
Izin Tambang dan Alih Fungsi Hutan Diduga Picu Banjir Besar di Sumatera
Lahan Eks HGU Siap Dijadikan Huntap Korban Banjir Sumatra
Purbaya Anggap Pertukaran Thomas Djiwandono ke BI Buka Peluang Baru