Pemilu mendatang akan menjadi ujian elektoral pertama baginya. Semua 465 kursi di majelis rendah parlemen akan diperebutkan. Momentumnya terasa tepat, mengingat popularitas Takaichi sedang berada di titik yang cukup tinggi belakangan ini.
Di sisi lain, tantangan dari masyarakat tetap ada. Sebuah jajak pendapat NHK pekan lalu mengungkapkan sesuatu yang menarik.
Hampir separuh responden, tepatnya 45 persen, menyatakan bahwa biaya hidup adalah kekhawatiran utama mereka. Isu diplomasi dan keamanan nasional justru berada di posisi kedua, disuarakan oleh 16 persen masyarakat.
Artinya, selain merancang strategi pertahanan, Takaichi juga dituntut untuk menjawab persoalan dapur warganya. Pemilu yang datang lebih awal ini akan menjadi ajang pembuktian, apakah langkahnya didukung rakyat atau justru sebaliknya.
Artikel Terkait
Izin Tambang dan Alih Fungsi Hutan Diduga Picu Banjir Besar di Sumatera
Lahan Eks HGU Siap Dijadikan Huntap Korban Banjir Sumatra
Purbaya Anggap Pertukaran Thomas Djiwandono ke BI Buka Peluang Baru
Bupati Pati Diamankan KPK dalam OTT Senyap di Jawa Tengah