Operasi modifikasi cuaca di langit Jakarta dan Jawa Barat tak akan berhenti dalam waktu dekat. BNPB memutuskan untuk memperpanjangnya, setidaknya sampai tanggal 24 Januari nanti. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi, mengingat BMKG memprediksi masih ada potensi cuaca ekstrem di akhir pekan ini.
Menurut Abdul Muhari, atau yang akrab disapa Aam, dari Pusat Data BNPB, upaya ini intinya adalah mitigasi proaktif. Tujuannya jelas: meminimalisir risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor yang kerap mengintai kala hujan lebat datang.
Prakiraan BMKG sendiri menyebutkan, untuk periode 16 hingga 23 Januari, sebagian besar Jawa Barat akan diguyur hujan ringan sampai sedang. Namun, ada masa-masa yang perlu diwaspadai.
"Potensi hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi pada 20–21 Januari 2026, terutama di wilayah Banten bagian barat dan selatan, Jakarta Barat, serta Jawa Barat bagian barat," jelas Aam dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/1).
Ia menambahkan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga mungkin terjadi secara sporadis di ketiga wilayah tersebut. Nah, menindaklanjuti rekomendasi inilah, BNPB akan kembali menerbangkan pesawat untuk OMC pada 20 hingga 24 Januari.
Artikel Terkait
Dasco Tegaskan Revisi UU Pilkada Tak Masuk Agenda DPR Tahun Ini
Eggi Sudjana Bawa Mobil Mewah di Malaysia, Padahal di Indonesia Pakai Kursi Roda
Denza B5 PHEV Siap Gempur Pasar Indonesia, Unit Sudah Pakai Bahasa Lokal
Harga Pangan Turun Merata, Ikan Tongkol Sendiri yang Naik