“Proses identifikasi kebutuhan yang terkoordinasi diharapkan dapat menghindari duplikasi riset, meningkatkan efisiensi sumber daya, serta memastikan bahwa agenda riset dan inovasi nasional benar-benar menjawab prioritas pembangunan yang telah ditetapkan,” tandasnya.
Dengan kata lain, ekosistem riset dan inovasi yang kuat harus sejalan dengan kerangka perencanaan nasional seperti RPJPN, RPJMN, dan RKP. Ia juga harus mendukung Fokus Riset Strategis Nasional. Melalui forum ini, BRIN mendorong penyelarasan agenda riset dengan arah kebijakan pembangunan, sekaligus mengintegrasikan arahan Presiden ke dalam siklus perencanaan.
Pada akhirnya, semua upaya ini bermuara pada satu harapan.
“Transformasi BRIN dan penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional diharapkan mampu memperkuat koordinasi, kepercayaan, dan kolaborasi antar aktor pemerintah,” pungkas Arif.
Forum ini, katanya, bukan sekadar ruang diskusi. Lebih dari itu, ia harus menjadi wahana konsolidasi kebijakan dan komitmen bersama. Agar kebijakan pembangunan yang lahir benar-benar ilmiah, berdampak, dan terasa manfaatnya oleh masyarakat.
Artikel Terkait
Helikopter Israel Jatuh Saat Dievakuasi, Tak Ada Korban Jiwa
Singapura Tak Gentar, Piala AFF 2026 Jadi Ajang Pemanasan Menuju Piala Asia
Ditantara Siasati Badai Geopolitik demi Jaga Minat Investor
Idzes Tangguh di Tengah Kekalahan Sassuolo dari Napoli