Kalau bicara soal kebijakan yang berbasis ilmu pengetahuan, tantangannya selalu ada di ekosistemnya. Riset dan inovasi harus dikelola secara terpadu, kolaboratif, dan yang tak kalah penting terintegrasi antar berbagai kementerian dan lembaga. Tanpa itu, hasilnya bisa jadi tak menyentuh kebutuhan nyata.
Menurut Kepala BRIN, Arif Satria, sinergi lintas lembaga ini memang krusial. Itulah mengapa Forum Komunikasi Riset dan Inovasi (FKRI) Nasional digagas. Forum ini diharapkan bisa menyatukan persepsi, memperkuat koordinasi, dan menciptakan keselarasan di antara semua pihak yang terlibat.
“Melalui peran tersebut, BRIN diharapkan menjadi jembatan atau hub strategis antara penghasil pengetahuan dan perumus kebijakan,” jelas Arif.
Ia menambahkan, transformasi BRIN sendiri tidak hanya fokus pada penguatan kapasitas kelembagaan. Tapi juga pada perbaikan tata kelola layanan, integrasi agenda riset, hingga pemanfaatan hasil riset untuk mendukung kebijakan nasional. Tujuannya jelas: mewujudkan kebijakan yang berbasis IPTEK, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Namun begitu, Arif mengakui masih ada kendala. Perencanaan yang belum sepenuhnya terintegrasi dan koordinasi yang terbatas berpotensi mengurangi relevansi dan dampak riset terhadap kebijakan. Di sinilah FKRI diharapkan berperan sebagai instrumen penting.
Artikel Terkait
Warga Bogor Buka Puasa Pukul 18.13 dan 18.18 WIB Hari Ini
Trump Ajukan Kevin Warsh Pimpin The Fed, Hadapi Penolakan dari Senator Sekutu
Kesehatan Nadiem Memburuk di Tengah Sidang Korupsi Rp809 Miliar
PM Hun Manet Targetkan Pemberantasan Pusat Penipuan Daring di Kamboja Tuntas April 2026