Gelombang protes dari kalangan buruh terkait penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 memang tak terhindarkan. Di tengah dinamika itu, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, angkat bicara. Ia mengakui, isu upah selalu jadi medan perdebatan yang panas antara pekerja dan pengusaha.
"Kalau dari dunia usaha, masalah upah minimum memang pasti selalu ada pro-kontra," ujar Anindya di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Kamis lalu.
Namun begitu, ia menggarisbawahi satu hal yang jauh lebih krusial. Persoalan ini bukan cuma soal angka di slip gaji, tapi bersentuhan langsung dengan daya tarik Indonesia di mata investor global.
"Tapi secara umum, yang paling penting adalah bagaimana daya saing Indonesia dibanding negara tetangga, baik bagi diri sendiri dan bagi foreign direct investment," sambungnya.
Di satu sisi, aspirasi buruh yang menuntut kesejahteraan tentu sah dan perlu didengar. Tapi Anindya mengingatkan, ada tanggung jawab besar di pundak dunia usaha untuk menjaga roda perekonomian tetap berputar. Beban operasional perusahaan tidak ringan, dan upah hanyalah satu bagian dari keseluruhan puzzle biaya produksi.
"Tentunya UMP sangat penting," katanya, "tapi juga sama pentingnya logistik, energi, dan lain-lain."
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Subuh di Tangerang Raya untuk 3 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan Sistem Satu Arah dan Ganjil-Genap untuk Mudik Lebaran 2026
Arab Saudi Bantah Lobi AS Serang Iran, Kilang Aramco Diserang Balasan
Imsak Jakarta Pagi Ini Pukul 04.33 WIB, Disusul Subuh 10 Menit Kemudian