Dia menambahkan, kolaborasi dengan PSPPI ITB adalah bagian sentral dari strategi penguatan SDM. Hal ini diyakini akan menjaga relevansi dan profesionalisme karyawan dalam menjawab tantangan bisnis yang terus berubah.
Program yang dibuka pada 8 Januari 2026 ini rencananya akan berjalan selama dua semester akademik ke depan. Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, menyambut baik kerja sama ini. Dia menilai ini adalah langkah konkret membangun SDM unggul sektor energi.
"Program ini tidak hanya memenuhi amanat Undang-Undang Keinsinyuran," katanya.
Lebih dari itu, Tatacipta menjelaskan, program ini dirancang untuk memastikan para insinyur Indonesia punya kompetensi teknis kelas dunia, berwawasan global, dan berkarakter kuat. Tentunya dengan tetap menjunjung tinggi etika profesi.
Komitmen Pertamina ini sebenarnya adalah bagian dari upaya yang lebih besar. Perusahaan berambisi menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi energi. Mereka ingin memastikan bisnisnya tetap sustainable di tengah tantangan industri yang tak pernah statis.
Sebagai pemain utama, Pertamina juga menaruh perhatian serius pada target Net Zero Emission 2060. Berbagai program didorong untuk menyasar Sustainable Development Goals (SDGs). Semua upaya ini dijalankan dengan berpegang pada prinsip-prinsip ESG di setiap lini operasinya.
Singkatnya, melalui program PSPPI ini, Pertamina tak cuma berinvestasi pada manusia. Mereka sedang membangun fondasi untuk masa depan energi Indonesia yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Darurat Sampah Nasional Ditetapkan, Hanya 24 Persen yang Terkelola
Banjir Lumpuhkan Jalur KA Kendal, Delapan Kereta Terjebak dan Terlambat
Pencabulan Siswa SMK Berakhir 8,5 Tahun Penjara, Korban Direlokasi ke Solo
Satgas PKH Panggil 32 Perusahaan Tambang, Dua Absen dengan Denda Triliunan