Pertamina Kaderisasi 419 Insinyur Hadapi Gelombang Transisi Energi

- Kamis, 15 Januari 2026 | 21:30 WIB
Pertamina Kaderisasi 419 Insinyur Hadapi Gelombang Transisi Energi

Di Gedung Sasana Budaya Ganesha ITB, Kamis lalu, suasana terasa berbeda. Pertamina resmi membuka Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) bersama Institut Teknologi Bandung. Acara itu bukan sekadar seremoni biasa. Ini adalah langkah nyata perusahaan dalam menyiapkan ratusan insinyurnya untuk menghadapi gelombang transformasi energi yang tak terhindarkan.

Tak tanggung-tanggung, 419 perwira dari berbagai lini bisnis Pertamina dikerahkan untuk mengikuti program ini. Mereka adalah tulang punggung yang akan menggerakkan strategi jangka panjang perusahaan. Tujuannya jelas: menciptakan insinyur berkelas dunia.

Menurut Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, perusahaan ini sudah lebih dari enam dekade menjadi rumah bagi para insinyur yang membangun ketahanan energi Indonesia.

"Melalui sinergi Pertamina dengan ITB, kami menyiapkan insinyur yang unggul secara teknis, memiliki daya analisis yang kuat, etika profesional, serta kemampuan adaptif terhadap perubahan," tegas Simon saat membuka program tersebut.

Dia menekankan, di tengah arus transformasi digital dan transisi energi yang kian deras, penguatan kompetensi SDM adalah strategi utama. Bukan cuma untuk menjaga operasional bisnis yang ada, tapi juga mendorong terobosan di bidang energi hijau.

Di sisi lain, Andy Arvianto, Direktur SDM Pertamina, melihat ini sebagai investasi strategis. Baginya, pengembangan kompetensi melalui pendidikan profesi adalah langkah jangka panjang yang krusial.

"Kami ingin memastikan setiap perwira memiliki akses yang luas terhadap peningkatan kapasitas diri," ujar Andy.


Halaman:

Komentar