Menurut Co-Founder Dough Darlings, Ivan Mario Halim, pilihan rasa Bali ini punya alasan yang personal. Dari sanalah brand ini tumbuh dan belajar menghubungkan rasa, budaya, dan cerita.
Soal nama Dough Darlings sendiri, Ivan punya cerita sederhana.
Namun begitu, kehadiran mereka di Jakarta ini hanya sementara. Ivan menyebut pop-up store ini akan beroperasi sampai Maret 2026, atau sekitar satu setengah bulan ke depan.
Sejak berdiri tahun 2015, Dough Darlings mengaku konsisten pada kualitas premium. Proses pembuatannya sepenuhnya hand-crafted, dari bahan pilihan sampai teknik pengolahan yang dirancang khusus. Tujuannya, menciptakan pengalaman kuliner, bukan sekadar camilan.
Sebagai brand lokal, kekayaan rasa Nusantara jadi DNA utama mereka. Berawal dari Bali, mereka kini punya basis penggemar kuat dan bahkan sudah merambah ke Doha, Qatar. Kehadiran di Jakarta adalah bagian dari perjalanan untuk memperkenalkan cita rasa lokal dengan sentuhan modern yang cocok untuk gaya hidup urban.
Jadi, gimana? Penasaran untuk coba?
Artikel Terkait
Gagal Bayar Rp1,2 Triliun, Kasus DSI Sampai ke Istana
Rully Anggi Akbar: Sate Man Bertahan, Bisnis Terpukul Laporan Polisi
Cak Imin Peringatkan Ancaman Ganda Pasca-Bencana: Kemiskinan Melonjak, Kelas Menengah Menyusut
Persija Rekrut Fajar Fathur Rahman, Bek Sayap Andalan untuk Gempur Gelar Juara