Kampung Nelayan Tematik di Banyuwangi Resmi Beroperasi, Fokus pada Hilirisasi dan Kuliner

- Selasa, 03 Maret 2026 | 19:15 WIB
Kampung Nelayan Tematik di Banyuwangi Resmi Beroperasi, Fokus pada Hilirisasi dan Kuliner

Di tepi pesisir Banyuwangi, sebuah kawasan baru siap menggeliat. Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng, proyek pertama yang sudah seratus persen rampung, bukan sekadar tempat tambat perahu. Konsepnya cukup menarik: kawasan tematik yang memadukan hilirisasi hasil laut dengan wisata kuliner. Intinya, hasil tangkapan nelayan tak perlu jauh-jauh dipasarkan. Di sini langsung diolah, lalu disajikan untuk para pengunjung.

Dari segi bangunan, nuansa lokal sangat kental. Enam bangunan berdiri dengan gaya rumah adat Suku Osing, dihiasi ornamen batik khas Gajah Oling. Perpaduan antara unsur modern dan kearifan tradisional ini bukan tanpa alasan. Semua dirancang untuk memperkuat kesan sebagai destinasi kuliner yang punya cerita, sekaligus jadi pusat aktivitas nelayan dan sentra pengolahan ikan. Harapannya, nilai tambah ekonomi untuk masyarakat pesisir bisa terdongkrak.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa pendekatan di Banyuwangi ini punya perbedaan yang mencolok.

"Di beberapa wilayah lain lebih ke arah produksi dan sarana prasarana produksi. Tetapi di sini tematik hilirnya. Jadi hilirisasi langsung, hasil tangkapan nelayan dibawa ke sini untuk diolah menjadi produk kuliner. Ini menggerakkan ekonomi di level bawah karena ada kombinasi antara produksi dan kuliner," jelas Trenggono dalam sebuah keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, model tematik ini dibangun untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang terpadu. Mulai dari nelayan sebagai penyedia bahan baku, hingga pelaku usaha kuliner yang mengolah dan memasarkannya. Pemerintah sendiri berencana mengevaluasi program ini dalam kurun dua tahun ke depan. Tujuannya sederhana: mengukur sejauh apa dampaknya bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan tentunya, kesejahteraan para nelayan.

"Nanti kita lihat pertumbuhan ekonomi dengan hadirnya kampung nelayan tematik kuliner ini seperti apa. Dampaknya kepada nelayan juga akan kita hitung," tambahnya.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar