Justin Hubner Akui Gaya Mainnya Terlalu Inggris untuk Eredivisie

- Rabu, 14 Januari 2026 | 21:40 WIB
Justin Hubner Akui Gaya Mainnya Terlalu Inggris untuk Eredivisie

SITTARD – Gelombang kritik akhir-akhir ini memang mengalir deras ke arah Justin Hubner. Bek Timnas Indonesia itu dituding bermain terlalu agresif di Eredivisie. Tapi, tanggapannya justru mengejutkan. Alih-alih membela diri, pemain Fortuna Sittard itu menerima semua masukan dengan lapang dada. Bahkan, dia berjanji akan berusaha tampil lebih tenang ke depannya.

Bagi Hubner, gaya keras yang ia bawa bukan tanpa alasan. Itu adalah warisan dari masa-masanya di Inggris. “Eredivisie butuh waktu untuk beradaptasi, karena di Inggris kami bermain lebih keras,” ujarnya.

Dia melanjutkan, “Mereka tidak terbiasa dengan tekel saya di sini.”

Memang, atmosfer di Liga Belanda terasa berbeda baginya. Padahal, ini adalah musim pertamanya Hubner di kasta tertinggi Belanda. Setelah hengkang dari Wolverhampton Wanderers U-21, Fortuna Sittard menjadi pelabuhan barunya. Sebelumnya, dia sempat membela akademi Den Bosch, tapi tak pernah sampai ke level Eredivisie.

Statistiknya sejauh ini cukup menarik. Dari 12 penampilan, ia sudah menyumbang satu gol. Namun di sisi lain, catatan disiplinnya mengkhawatirkan: lima kartu kuning dan satu kartu merah sudah ia kumpulkan.

Kartu merah itulah yang memicu banyak komentar. Insiden itu terjadi saat Fortuna Sittard berhadapan dengan Ajax Amsterdam, Desember lalu. Aksi tekelnya pada Rayane Bounida dianggap keterlaluan oleh banyak pengamat.

Menanggapi hal itu, Hubner tampak sedikit kesal dengan stereotip yang melekat. “Saya juga menghadapi banyak kritik, dari orang-orang yang berpikir saya bisa menjatuhkan siapa saja,” katanya.

Tapi dengan nada percaya diri, ia menambahkan, “Tapi seperti yang Anda lihat, saya juga bisa bermain sepak bola dan bertahan.”

Namun begitu, pemain berusia 22 tahun itu tak menutup mata. Dia mengakui bahwa kadang emosi dan intensitasnya meluap-luap. Itu sesuatu yang harus dikendalikan. “Saya harus lebih menunjukkan itu, dan terkadang tetap sedikit lebih tenang,” ucap Hubner.

Komitmennya jelas. Jika bisa lebih kalem, ia yakin tak ada lawan yang bisa menembus barisan pertahanannya. “Jika saya tetap tenang, tidak ada yang bisa melewati saya,” tutup mantan pemain Cerezo Osaka itu.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar