Soal tiang di Kuningan, pemprov akhirnya turun tangan membongkarnya sendiri pada Rabu lalu. Ini dilakukan setelah PT Adhi Karya, sang penanggung jawab proyek, dinilai lamban merespons surat permintaan pembersihan dari pemerintah daerah. Proyek monorel Jakarta sendiri punya sejarah panjang yang berliku.
Gagasan ini pertama kali dicanangkan oleh Gubernur Sutiyoso di tahun 2002. Saat itu, monorel diharapkan bisa jadi solusi transportasi massal, mendampingi Bus Transjakarta dan rencana subway. Dua jalur direncanakan: jalur hijau melingkari Semanggi, Casablanca, dan Kuningan; sementara jalur biru menghubungkan Kampung Melayu ke Roxy via Tanah Abang.
Konstruksi tiang pancang bahkan sudah dimulai sejak 2004. Tapi kemudian proyek ini mandek bertahun-tahun. Ada secercah harapan di Oktober 2013, ketika upacara pemasangan batu pertama digelar meriah di Tugu 66, Kuningan.
Sayangnya, itu jadi satu-satunya batu yang terpasang. Setelah seremoni usai, lokasi konstruksi kembali sepi. Tak ada aktivitas berarti, hanya menyisakan tiang-tiang besi yang mangkrak dan jadi pertanyaan publik selama bertahun-tahun. Kini, perlahan-lahan, sisa-sisa proyek itu mulai ditertibkan.
Artikel Terkait
Prabowo Genjot Pembangunan Sekolah Unggulan, Targetkan 500 Kampus dalam 4 Tahun
Kedubes Iran Buka Suara: Unjuk Rasa Damai Ditunggangi, AS dan Israel Dituding Intervensi
Jaksa Tuntut Hukuman Mati untuk Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol
Menkeu Purbaya Ungkap 40 Perusahaan Baja Diduga Gelapkan PPN, Siapkan Sidak