Dana segitu, menurut Pramono, akan dipakai untuk merombak total kawasan Rasuna Said. Mulai dari pedestrian, perbaikan jalan, sampai pengelolaan taman-taman di sepanjang jalan protokol itu.
"Yang Rp100 miliar itu adalah anggaran untuk mengatur pedestrian, jalan, taman selama satu tahun penuh. Sehingga dengan demikian itu untuk kebutuhan pengaturan, penataan jalan Rasuna Said sampai dengan satu tahun penuh," jelasnya.
Lantas, kenapa Pemprov DKI yang turun tangan? Latar belakangnya sederhana: PT Adhi Karya sebagai penanggung jawab proyek monorel dianggap lamban merespons. Padahal, surat permintaan pembongkaran sudah dikirim berulang kali.
Kesabaran pemprov pun habis. "Sudah kita surati dari dulu-dulu dan udah, pokoknya kita bongkar lah," tandas Pramono dengan nada kesal.
Kini, prosesnya sudah berjalan. Warga Jakarta tinggal menunggu, apakah target September 2026 itu bisa benar-benar terpenuhi.
Artikel Terkait
Prabowo Genjot Pembangunan Sekolah Unggulan, Targetkan 500 Kampus dalam 4 Tahun
Kedubes Iran Buka Suara: Unjuk Rasa Damai Ditunggangi, AS dan Israel Dituding Intervensi
Jaksa Tuntut Hukuman Mati untuk Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol
Menkeu Purbaya Ungkap 40 Perusahaan Baja Diduga Gelapkan PPN, Siapkan Sidak