Di sisi lain, langkah Pemprov ini diambil setelah menunggu terlalu lama. PT Adhi Karya, sebagai penanggung jawab proyek, dinilai tak kunjung bergerak meski sudah berkali-kali dapat surat permintaan. Kesabaran pemerintah daerah pun habis.
Pramono terang-terangan menyatakan, "Sudah kita surati dari dulu-dulu dan sudah, pokoknya besok (hari ini) kita bongkar lah."
Monorel Jakarta ini memang punya sejarah yang muram. Gagasan awalnya digaungkan oleh Gubernur Sutiyoso di tahun 2002, sebagai solusi transportasi massal baru. Rencananya ada dua jalur: jalur hijau (Semanggi-Casablanca-Kuningan-Semanggi) dan jalur biru (Kampung Melayu-Casablanca-Tanah Abang-Roxy).
Konstruksi tiang pancang bahkan sudah dimulai pada 2004. Tapi proyeknya mandek. Ada secercah harapan di tahun 2013 saat batu pertama dipasang di Tugu 66, Kuningan. Sayangnya, itu sekadar seremoni. Setelah acara itu, tak ada lagi kemajuan yang berarti. Tiang-tiang besi itu pun tetap berdiri, menjadi simbol kegagalan yang tak terelakkan.
Kini, proses pembongkarannya mulai. Satu per satu tiang itu akan hilang dari langit Jakarta. Mungkin ini adalah bab penutup dari sebuah proyek ambisius yang akhirnya hanya meninggalkan kenangan pahit dan besi-besi berkarat.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Geruduk, Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Mulai Diruntuhkan
Atin Rizky Timbang Tiga Tawaran Luar Negeri Usai Kontrak Maladewa Berakhir
Boeing Kembali Pimpin Pesanan Pesawat, Akhiri Dominasi Airbus 7 Tahun
BGN Tegaskan: Hanya Posisi Inti SPPG yang Bisa Jadi PPPK