Kayu Hanyutan Disulap Jadi Huntara untuk Korban Banjir Aceh dan Sumut

- Senin, 12 Januari 2026 | 22:00 WIB
Kayu Hanyutan Disulap Jadi Huntara untuk Korban Banjir Aceh dan Sumut

Sementara itu, di seberang provinsi, kondisi tak jauh berbeda. Penanganan kayu hanyutan di beberapa desa di Sumatera Utara seperti Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol sudah masuk tahap penatausahaan. Novita Kusuma Wardani, Kepala BBKSDA Sumatera Utara, menekankan pentingnya pemanfaatan yang tepat.

“Fokus kami saat ini memastikan kayu hanyutan yang sudah diolah benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan hunian warga dan tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan,”

jelas Novita.

Data per 11 Januari 2026 menunjukkan, dari Garoga telah dihasilkan 1.376 keping kayu olahan. Sebagian besar, sekitar 752 keping, sudah diangkut ke lokasi huntara di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru.

Namun begitu, membangun rumah saja belum cukup. Pemulihan lingkungan juga jadi prioritas. Sungai Garoga, misalnya, sedang dinormalisasi. Pekerjaan pembersihan sumbatan kayu di bagian hulu sudah menyentuh 1,3 kilometer lebih, atau sekitar seperempat dari total target. Tujuh alat berat masih terus beroperasi di sana.

Pada intinya, seluruh rangkaian kegiatan ini adalah upaya terpadu. Tujuannya, mengubah musibah jadi berkah dengan memastikan kayu hanyutan sebagai barang negara bisa dimanfaatkan secara legal, aman, dan langsung meringankan beban masyarakat yang paling terdampak.


Halaman:

Komentar