Dini hari yang sunyi di Bekasi tiba-tiba ricuh. Komisi Pemberantasan Korupsi bergerak cepat, menggelar operasi tangkap tangan yang berujung pada penangkapan Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang. Tak sendirian, ada sembilan orang lain yang juga diamankan dalam operasi tersebut.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan kabar itu kepada para wartawan yang sudah menunggu.
“Benar, salah satunya [Bupati Bekasi ditangkap],”
Ucapnya singkat, Jumat (19/12) dini hari tadi. Menurut Budi, Ade Kuswara kini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.
Lantas, siapa sebenarnya Ade Kuswara ini?
Pria kelahiran 15 Agustus 1993 ini baru saja mengawali periode kepemimpinannya sebagai Bupati. Ia dilantik pada 20 Februari 2025, dan seharusnya memimpin Bekasi hingga 2030. Jadi bupati ke-15 di wilayah itu, karir politiknya terbilang melesat.
Pendidikannya ditempuh di Universitas Presiden, di mana ia lulus dengan gelar Sarjana Hukum di tahun 2016. Namun, sebelum menduduki kursi nomor satu, jalan politiknya sudah ia rintis di gedung dewan.
Ade pernah duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi untuk dua periode berturut-turut, yakni 2019–2024 dan 2024–2029. Kala itu, ia membawa bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Namun begitu, semua jejak karir yang cemerlang itu kini seperti tertutup awan gelap. Nama Ade Kuswara Kunang mendadak menjadi sorotan tajam publik, persis setelah KPK melakukan operasi yang menyeretnya. Sebuah awal kepemimpinan yang berakhir di ruang pemeriksaan.
Artikel Terkait
BMKG: Sebagian Besar Wilayah Sulsel Berpotensi Hujan Sedang pada Kamis
Mahfud MD Ungkap Sembilan Masalah Kultur Polri, dari Kekerasan hingga Impunitas
Polda Riau Bongkar Perusakan Hutan Mangrove di Kepulauan Meranti, Sita Ribuan Karung Arang Bakau Ilegal
Arus Balik Penduduk: Makassar Alami Migrasi Keluar Tertinggi, Gowa dan Maros Jadi Tujuan Utama