Di sisi lain, Prabowo mengingatkan bahwa pembangunan nasional tak boleh hanya mengejar angka pertumbuhan ekonomi semata. Pertumbuhan harus disertai pemerataan yang nyata agar benar-benar bermakna bagi seluruh rakyat. Ia mengajak semua elemen bangsa untuk bersatu padu, bergotong royong menghadapi persoalan kemiskinan dan kelaparan.
“Mari kita bersatu. Mari kerja sama untuk menghilangkan kemiskinan dan kelaparan dari Indonesia. Kita bangkitkan semua kehidupan bangsa Indonesia,” ajaknya.
Pendidikan, dalam pandangannya, adalah instrumen paling tepat untuk memutus mata rantai kemiskinan yang sudah turun-temurun. Program Sekolah Rakyat yang diresmikannya hari itu adalah wujudnya sekolah berasrama berkualitas gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan tertinggal.
Namun, Prabowo juga menyentil soal tantangannya. “Pendidikan adalah sarana yang paling benar untuk menghilangkan kemiskinan. Tapi pendidikan butuh uang. Uang kita, kalau dicuri, kalau dikorupsi, kurang untuk membangun semua sekolah dan kampus yang kita ingin bangun,” tuturnya dengan nada serius.
Artikel Terkait
Skutik Kuasai 92% Pasar, Motor Nasional Tembus 6,4 Juta Unit di 2025
Vietnam Hajar Tuan Rumah, Lolos Perempatfinal dengan Catatan Sempurna
Lonjakan Penjualan Akhir Tahun, Alarm Palsu bagi Industri Otomotif?
Hujan Guyur Jakarta, Waspada Genangan di Beberapa Titik