Dia juga memberi kelonggaran administrasi untuk mempercepat proses. “Saya juga minta yang KTP-nya hilang dan tidak hafal NIK, masukin. Yang penting ada tanda tangan kepala penanggung jawab, karena kita maunya kan cepat.”
Di sisi lain, proses pengumpulan data sudah berjalan. Kemenkes, lewat koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat, telah memetakan kebutuhan dengan sistem bottom-up. Hasilnya? Tercatat ada 3.265 rumah nakes di tiga provinsi yang butuh perbaikan.
Kerusakannya beragam, mulai dari yang ringan, sedang, sampai kategori berat. Data gelombang pertama ini sudah diserahkan ke BNPB untuk diverifikasi. Setelah itu, barulah bantuan bisa dicairkan.
Budi Gunadi tak berhenti di situ. Dia berjanji akan mengawal proses ini secara ketat. “Saya ingin benar-benar ini bisa cepat, jadi saya akan monitor tiap minggu agar BNPB bisa langsung mencairkan bantuannya,” tegasnya.
Komitmennya jelas: memastikan bantuan tak sekadar wacana, tapi benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan, tepat waktu.
Artikel Terkait
CSIS Soroti Dampak Terbatas Perjanjian Dagang Indonesia-AS, Hanya 2% Ekspor Terfasilitasi
Kemenhaj: 162 Ribu Dokumen Haji Diproses, Target Selesai Awal Maret
DKI Jakarta Tambah 63 Sekolah Swasta Gratis, Mulai Juli 2026
Pakistan Lancarkan Serangan Udara ke Afghanistan, Menteri Pertahanan Sebut Perang Terbuka