JAKARTA – Layanan KRL Commuter Line di jalur Tanjung Priok mendadak kacau pada Senin pagi (12/1/2026). Penyebabnya? Sebatang pohon tumbang tepat di atas rel, menghalangi perjalanan kereta antara Stasiun Tanjung Priok dan Kampung Bandan.
Kabar gangguan ini pertama kali disebarkan oleh KAI Commuter lewat unggahan di akun X mereka, @CommuterLine. Menurut pihak operator, petugas sudah dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan pohon yang tumbang itu. Sementara proses evakuasi berlangsung, semua perjalanan kereta di titik tersebut terpaksa dihentikan dulu. Alasannya sederhana: keselamatan penumpang adalah yang utama.
“InfoLintas: adanya pohon tumbang di antara Stasiun Tanjung Priok-Kampung Bandan, saat ini dalam proses evakuasi. Perjalanan Commuter Line di lokasi menunggu aman untuk melintas. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,”
begitu bunyi keterangan resmi mereka.
Dampaknya langsung terasa. Banyak perjalanan KRL Tanjung Priok yang molor, bahkan terpaksa dibatalkan sama sekali. Situasi ini tentu saja bikin para komuter yang sedang buru-buru ke kantor atau urusan lain jadi kelimpungan.
“Kelambatan perjalanan Commuter Line Tanjung Priok akibat gangguan operasional imbas pohon tumbang di antara Stasiun Kampung Bandan-Tanjung Priok. Saat ini sudah dilakukan penanganan oleh petugas terkait,”
tambah keterangan berikutnya.
Menyikapi kekacauan ini, KAI Commuter pun menjalankan rekayasa pola operasi. Beberapa perjalanan khususnya harus dikorbankan. Yang dibatalkan antara lain:
Commuter Line nomor 2214 (Jakarta Kota-Tanjung Priok).
Commuter Line nomor 2216 (Jakarta Kota-Tanjung Priok).
Commuter Line nomor 2215 (Tanjung Priok-Jakarta Kota).
Commuter Line nomor 2217 (Tanjung Priok-Jakarta Kota).
Lewat pernyataannya, KAI Commuter memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pengguna jasa. Mereka juga mengingatkan agar penumpang selalu mengutamakan keselamatan dan patuh pada arahan petugas yang bertugas di stasiun maupun di dalam kereta. Buat yang biasa naik jalur ini, bersiaplah untuk mencari alternatif transportasi atau bersabar menunggu sampai kondisi benar-benar normal kembali.
Artikel Terkait
Gamis dan Abaya Dominasi Kiriman Barang Jamaah Haji, Fasilitas Bea Cukai Belanja Maksimal
Kemenhub Godok Aturan Integrasi Tarif dan Tiket Transportasi Multimoda
Dubes Iran Bantah Klaim Trump Soal Pembukaan Selat Hormuz
Ketua Ombudsman RI Ditahan Usai Ditahan Terkait Suap Rp1,5 Miliar dari Perusahaan Tambang