Setelah diterjang banjir dan tanah longsor, kabar baik akhirnya datang dari Aceh Tengah. Ruas jalan vital yang menghubungkan Kota Canai ke Blangkejeren, lalu merambat hingga Gayo Lues dan Aceh Tenggara, kini sudah bisa dilalui lagi. Aksesnya kembali terbuka.
Ini bukan sekadar jalan biasa. Jalur itu adalah urat nadi logistik untuk wilayah tengah Aceh, bahkan menjadi penghubung hingga ke Sumatera Utara. Jadi, pemulihannya membawa angin segar bagi banyak orang.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengonfirmasi, akses yang sempat putus total kini berangsur pulih. Kendaraan sudah mulai bisa melintas. Bagi masyarakat setempat, ini sangat krusial. Pasalnya, jalan itu jadi jalur utama untuk mendistribusikan logistik dan kebutuhan pokok.
"Hampir semua kendaraan sudah bisa lewat, sehingga aset logistik, kendaraan berat, BBM, dan kebutuhan lainnya sudah bisa masuk dari arah Kota Canai menuju Blangkejeren atau ke Gayo Lues,"
Demikian penjelasan Menteri Dody dalam keterangannya, Minggu lalu. Dia juga bercerita pernah meninjau langsung ke Blangkejeren saat jalur itu masih terisolasi. Dari situlah dia melihat akar masalahnya.
Menurutnya, fokus penanganan harusnya di bagian hulu sungai. Kalau tidak, masalah serupa bisa terulang lagi di kemudian hari.
"Saya sengaja datang ke Blangkejeren untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Dari situ saya baru benar-benar menyadari bahwa persoalan utamanya berada di wilayah hulu, sehingga perlu dilakukan perbaikan-perbaikan khusus, salah satunya pembangunan cekdam dan sabo dam,"
Upaya perbaikan sendiri digarap oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh. Mereka turunkan excavator dan wheel loader untuk membersihkan material longsor yang menutupi jalan. Kerja keras itu membuahkan hasil.
Secara bertahap, sebagian besar ruas strategis di lintas tengah Aceh kini sudah tersambung kembali. Ada yang diperbaiki permanen, ada juga yang ditangani darurat misalnya dengan pasang Jembatan Bailey atau buka jalur alternatif. Intinya, konektivitas mulai normal. Aktivitas warga dan distribusi bantuan pun perlahan bisa bergerak lagi.
Beberapa ruas jalan nasional yang sudah terhubung kembali antara lain: Kota Bireuen hingga perbatasan Bener Meriah, lalu ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhok Seumot–Jeuram. Kemudian, Genting Gerbang–Celala–Batas Aceh Tengah/Nagan Raya juga sudah bisa dilalui. Tidak ketinggalan, ruas dari Batas Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren, dan dari Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane hingga perbatasan Sumatera Utara.
Pemulihan akses ini, meski masih ada yang bersifat sementara, setidaknya telah mengakhiri keterisolasian. Sebuah langkah awal yang penting untuk pemulihan yang lebih menyeluruh.
Artikel Terkait
Roy Suryo Sindir Rismon Soal SP3: Zombie Itu Sudah Bikin Surat Kematian Palsu
Mentan: Swasembada Pangan Hanya Mungkin dengan Sinergi Pusat-Daerah
Remaja 14 Tahun Tembak Mati 9 Orang di Sekolah Turki, Profil WhatsApp Tampilkan Pelaku Penembakan AS
KPK Geledah Rumah Dinas Bupati Tulungagung, Dokumen Diduga Alat Pemerasan Disita