Upaya perbaikan sendiri digarap oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh. Mereka turunkan excavator dan wheel loader untuk membersihkan material longsor yang menutupi jalan. Kerja keras itu membuahkan hasil.
Secara bertahap, sebagian besar ruas strategis di lintas tengah Aceh kini sudah tersambung kembali. Ada yang diperbaiki permanen, ada juga yang ditangani darurat misalnya dengan pasang Jembatan Bailey atau buka jalur alternatif. Intinya, konektivitas mulai normal. Aktivitas warga dan distribusi bantuan pun perlahan bisa bergerak lagi.
Beberapa ruas jalan nasional yang sudah terhubung kembali antara lain: Kota Bireuen hingga perbatasan Bener Meriah, lalu ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhok Seumot–Jeuram. Kemudian, Genting Gerbang–Celala–Batas Aceh Tengah/Nagan Raya juga sudah bisa dilalui. Tidak ketinggalan, ruas dari Batas Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren, dan dari Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane hingga perbatasan Sumatera Utara.
Pemulihan akses ini, meski masih ada yang bersifat sementara, setidaknya telah mengakhiri keterisolasian. Sebuah langkah awal yang penting untuk pemulihan yang lebih menyeluruh.
Artikel Terkait
Golden Globes 2026: One Battle After Another Borong Piala, Animasi Korea Torehkan Sejarah
Zahra Muzdalifah: Kekecewaan SEA Games Jadi Bahan Bakar Rebut AFF 2026
Nadiem Hadapi Putusan Sela Kasus Korupsi Chromebook Rp809 Miliar
Powell Dihadang Dakwaan Pidana, Independensi The Fed Diujung Tanduk