Upaya perbaikan sendiri digarap oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh. Mereka turunkan excavator dan wheel loader untuk membersihkan material longsor yang menutupi jalan. Kerja keras itu membuahkan hasil.
Secara bertahap, sebagian besar ruas strategis di lintas tengah Aceh kini sudah tersambung kembali. Ada yang diperbaiki permanen, ada juga yang ditangani darurat misalnya dengan pasang Jembatan Bailey atau buka jalur alternatif. Intinya, konektivitas mulai normal. Aktivitas warga dan distribusi bantuan pun perlahan bisa bergerak lagi.
Beberapa ruas jalan nasional yang sudah terhubung kembali antara lain: Kota Bireuen hingga perbatasan Bener Meriah, lalu ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhok Seumot–Jeuram. Kemudian, Genting Gerbang–Celala–Batas Aceh Tengah/Nagan Raya juga sudah bisa dilalui. Tidak ketinggalan, ruas dari Batas Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren, dan dari Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane hingga perbatasan Sumatera Utara.
Pemulihan akses ini, meski masih ada yang bersifat sementara, setidaknya telah mengakhiri keterisolasian. Sebuah langkah awal yang penting untuk pemulihan yang lebih menyeluruh.
Artikel Terkait
Pemerintah Jamin Akomodasi dan Perpanjangan Visa Jamaah Umroh Terdampak Konflik
Presiden Iran Ancam Balas Dendam ke AS dan Israel Usai Kematian Khamenei
Protes di Times Square dan Serangan Balasan Iran Menyusul Eskalasi Militer AS-Israel
Serangan Drone di Dubai, 700 Penerbangan Dibatalkan dan Warga Diminta Berlindung