Pernyataan keras juga datang dari pejabat keamanan tinggi, Ali Larijani. Pada Sabtu, dia menuduh segelintir demonstran melakukan pembunuhan.
Seorang akademisi Universitas Teheran, Hassan Ahmadian, memberikan pandangannya pada Al Jazeera. Menurutnya, demonstrasi yang berjalan dua minggu ini berubah jadi kekerasan pada Kamis lalu.
Dia menambahkan, intensitas kekerasan memang berkurang dalam dua hari terakhir. Menurut Ahmadian, hal ini terjadi karena adanya konfrontasi dengan pelaku kekerasan, dan juga karena masyarakat mulai menjauhi aksi-aksi brutal tersebut.
Di tengah situasi panas ini, Presiden Masoud Pezeshkian tampil di televisi pemerintah hari Minggu. Dia membahas rencana ekonomi dan apa yang disebutnya sebagai "tuntutan rakyat". Namun pidatonya juga diwarnai nada konfrontatif terhadap pihak asing.
Pezeshkian menuding Amerika Serikat dan Israel berupaya menciptakan kekacauan di Iran dengan menyulut kerusuhan. Dia pun menyeru warga Iran untuk menjauhi apa yang disebutnya sebagai "perusuh dan teroris".
Artikel Terkait
Kebijakan WFH ASN Turunkan Jumlah Penumpang LRT Jabodebek 10 Persen
Arbeloa Tegaskan Real Madrid Tak Akan Menyerah di Pengejaran Gelar La Liga
BSI Proyeksikan 83% Jamaah Haji Reguler 2026 adalah Nasabah Tabungan Haji
Tiang Listrik Keropos Ambruk di Mangga Besar, Lalu Lintas Sempat Lumpuh