“Proyek ini menjadi bagian dari komitmen BUMN dalam memperkuat infrastruktur kesehatan nasional,” tegas Mardiansyah dalam keterangan resminya, Sabtu (10/1/2026).
Dia menambahkan, porsi pekerjaan dipegang 70% oleh Hutama Karya dan 30% oleh WIKA. Targetnya, penyelesaian tepat waktu dengan standar mutu dan keselamatan yang tinggi.
Untuk mewujudkannya, KSO Hutama–WIKA ini tak main-main. Mereka menerapkan Building Information Modeling (BIM) berbasis standar ISO 19650 dan prinsip lean construction. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi dan memangkas risiko di lapangan. Koordinasi intensif dengan manajemen rumah sakit juga dilakukan, termasuk pengaturan lalu lintas internal dan sistem keselamatan kerja, agar aktivitas medis yang berjalan tak terganggu selama masa pembangunan.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyambut baik proyek ini. Menurutnya, pembangunan CMU sejalan dengan agenda transformasi sistem kesehatan nasional, khususnya dalam penguatan infrastruktur rumah sakit.
“Peningkatan kualitas layanan tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan sarana medis yang modern dan terintegrasi,” katanya.
Jadi, inilah salah satu upaya nyata untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang lebih baik di masa depan. Semua mata kini tertuju pada realisasi di lapangan.
Artikel Terkait
Kilang Balikpapan Lompat ke Era Euro 5 dengan Jantung Baru RFCC
Big Bang Stage Timur All Stars: Panggung Pembuktian Musik Indonesia Timur
Warga Asing di Blok M Diduga Buka Celana, Alasan Kegerahan Bikin Heboh
Trump Bekukan Aset Minyak Venezuela, Dana Dikunci untuk Kepentingan AS