Bagi Gus Ipul, anak-anak ini adalah calon Generasi Emas 2045. Mereka harus mendapat perhatian negara, sesuai amanat konstitusi. “Ini kelihatannya sederhana, tetapi sangat mendasar,” katanya.
Konsepnya memang dirancang sebagai miniatur pengentasan kemiskinan. Tak cuma sekadar menyekolahkan anak. Dukungan diberikan secara menyeluruh. “Rumahnya nanti akan dibantu, orang tuanya jadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, dapat bantuan sosial lengkap, dapat PBI JKN, dapat makan bergizi dan cek kesehatan,” tuturnya menggambarkan skema yang terintegrasi.
Saat ini, program rintisan sudah menjalankan aktivitasnya. Lebih dari 15 ribu siswa sudah terdaftar di 166 titik yang tersebar di berbagai penjuru daerah. Proses belajarnya pun mengadopsi teknologi. Setiap siswa dapat laptop, dan di kelas sudah menggunakan smartboard. Sistem pembelajarannya memanfaatkan platform digital atau LMS.
Yang menarik, kurikulumnya tidak berfokus pada akademik semata. Pembentukan karakter dan keterampilan punya porsi penting. Bahkan, untuk penerimaan siswanya, tidak ada tes akademik yang menegangkan. Metodenya lebih pada pemetaan potensi untuk menemukan talenta unik setiap anak.
Lalu, bagaimana nasib mereka setelah lulus? Pemerintah mengklaim sudah menyiapkan jalur lanjutan. Ada skema beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, juga akses ke dunia kerja lewat berbagai kerja sama.
Target peserta program ini spesifik: anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSE) desil 1 dan 2. Tanpa seleksi akademik. Tujuannya jelas: memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan.
Ke depan, program ini masih akan terus berkembang. Dari 166 titik rintisan yang ada, proses pembukaan di lokasi baru terus berjalan. Targetnya, pada 2029 nanti sudah ada 500 titik Sekolah Rakyat. Di sisi lain, pembangunan sekolah permanen juga sudah dimulai di 104 lokasi, dengan target 200 titik di tahun 2007.
Dengan sekolah permanen yang daya tampungnya bisa mencapai seribu siswa per titik, harapannya program ini kelak bisa menjangkau setengah juta siswa. Sebuah langkah besar, yang dimulai dari Banjarbaru pekan depan.
Artikel Terkait
FCC Beri Izin, Armada Satelit Starlink Elon Musk Bakal Tembus 15.000 Unit
Nobar Berujung Ricuh: Petasan Picu Bentrok Suporter di Depok
Korban Jiwa Membengkak, Iran Hadapi Gelombang Kerusuhan Terbesar
Ketegangan Iran-AS Memanas, Ketua Parlemen Ancam Serang Israel dan Pangkalan Amerika