Performa serupa juga terlihat di sektor LPG. Penyaluran tabung 3 kilogram bersubsidi terealisasi 99,77 persen hampir menyentuh angka 100 persen. Program 'One Village One Outlet' disebut-sebut sebagai penyokong utama, dengan lebih dari 62.600 desa dan kelurahan di daerah konversi telah terlayani oleh pangkalan resmi.
Sementara untuk LPG non-subsidi rumah tangga, pertumbuhannya tetap positif. Bright Gas 5,5 kg naik 13 persen, sedangkan varian 12 kg naik 10 persen dibanding periode sebelumnya.
Tak hanya fokus pada distribusi, Pertamina Patra Niaga juga gencar mendukung program Koperasi Desa Merah Putih. Dukungan itu diwujudkan lewat pengelolaan outlet LPG dan SPBU oleh Koperasi Nelayan. Hingga akhir Desember 2025, data menunjukkan 210 outlet KDKMP sudah beroperasi. Yang menarik, masih ada lagi 1.575 outlet lainnya yang dikabarkan sudah siap untuk dijalankan.
Secara keseluruhan, tahun lalu menjadi periode yang cukup solid bagi Pertamina. Dengan distribusi subsidi yang tepat sasaran dan pertumbuhan produk non-subsidi yang menggembirakan, mereka tampaknya punya modal cukup untuk menghadapi tantangan di tahun-tahun mendatang.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah, Investor Asing Justru Borong Saham dan SRBI
Indro Warkop Prihatin: Pelaporan Pandji ke Polisi Dinilai Kemunduran Cara Berpikir
Ganjar Tegaskan PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD
Persija Siap Hantam Persib di GBLA, Perebutan Puncak Klasemen Taruhannya