Nah, supaya kreditnya sehat dan tepat sasaran, Mandiri punya cara sendiri. Mereka pakai pendekatan pembiayaan berbasis ekosistem. Intinya, mereka mengintegrasikan nasabah besar (wholesale) dengan pelaku UMKM turunannya dalam satu rantai nilai yang tertutup. Strategi closed-loop ini diyakini bisa meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan bisnis bagi semua pihak yang terlibat.
Di lapangan, dukungannya juga konkret. Untuk memudahkan transaksi harian dan pembayaran angsuran, para debitur KUR bisa mengandalkan jaringan Mandiri Agen yang tersebar luas. Program ini nggak cuma soal akses, tapi juga dibarengi edukasi keuangan dan literasi digital. Tujuannya jelas: agar para pengusaha kecil ini bisa mengelola usahanya dengan lebih modern dan inklusif.
Ke depan, komitmennya justru makin dikuatkan. Bank Mandiri sudah siap mendukung akselerasi penyaluran KUR pemerintah di tahun 2026. Caranya? Dengan memperkuat lagi strategi berbasis ekosistem tadi, serta memaksimalkan sinergi di dalam grup Mandiri sendiri.
Riduan meyakini, program yang diorkestrasi pemerintah ini bakal memberi nilai tambah bagi kinerja bank. Pertumbuhan bisnis yang sejalan dengan penguatan sektor riil diharapkan bisa terus meningkatkan daya saing dan fundamental perusahaan.
"Melalui kolaborasi yang erat dengan pemerintah serta dukungan ekosistem yang terdigitalisasi, kami memastikan penyaluran KUR dapat dilakukan secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," pungkasnya.
Baginya, UMKM yang tangguh bukan cuma soal angka pertumbuhan. Itu adalah fondasi untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih luas, sekaligus menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan nasional kita bersama.
Artikel Terkait
Dari Puing Kebakaran ke Pasar Global: Kisah Dewi Aminah Bangun Iswara Food
MIND ID dan Pertamina Sepakati Kerja Sama Hilirisasi Batu Bara untuk Tekan Impor LPG
Pemerintah Siapkan Insentif Rp570 Triliun untuk Dongkrak Ekonomi 2025
Tiongkok Larang Drama Pendek Romansa CEO yang Pamer Harta