"Ini kepiawaian teman-teman Kemenkeu untuk jaga fiskal. Kita jaga defisit di bawah 3 persen walau keadaan agak menekan kita,"
Katanya lagi, sambil menyebut timnya.
Lalu, apa harapan ke depannya? Purbaya cukup optimis. Stimulus yang dikucurkan tahun 2025 ini diyakini bakal panen hasilnya di 2026. Fondasi ekonomi yang lebih solid diharapkan bisa mendorong pertumbuhan hingga 5,4 persen. Momentum itulah yang nantinya akan dipakai buat mulai menurunkan kembali defisit ke level yang lebih rendah.
"Saya yakin 2026 dengan membaiknya fondasi ekonomi dan momentum ekonomi ke depan, defisit bisa ditekan dengan dampak ekonomi ke masyarakat lebih besar. Tahun ini, kita asumsikan ekonomi 5,4 persen, kita coba tekan ke level lebih tinggi lagi,"
tambahnya.
Pada akhirnya, pemerintah berjanji akan terus mengelola keuangan negara dengan cara yang adaptif. Tujuannya jelas: agar pertumbuhan ekonomi yang dicapai benar-benar bisa dirasakan masyarakat secara luas, tanpa mengorbankan kesehatan anggaran negara dalam jangka panjang. Sebuah jalan tengah yang memang tidak mudah.
Artikel Terkait
Gubernur Pramono Tegaskan JPO Sarinah Dibangun, Akses Bawah Tetap Dibuka
Polisi Siap Panggil Dua Saksi Kasus Pandji Pragiwaksono
Pandji dan Batas Humor: Ketika Lelucon Menyentuh Tubuh
Gol Bunuh Diri di Menit Akir Antarkan Vietnam U-23 ke Ambang Perempatfinal