"Mereka bisa membantu kita di lantai manufaktur, mengerjakan tugas-tugas yang mungkin sudah tidak lagi ingin kita lakukan."
Argumennya sederhana, tapi punya dasar yang kuat. Dunia sedang menghadapi penuaan populasi dan tren demografis yang menurun. Itu artinya, tenaga kerja bakal makin langka. Nah, di sinilah revolusi robotika masuk. Menurut Huang, kehadiran mereka justru akan mengimbangi kehilangan tenaga kerja tadi dan pada akhirnya mendongkrak perekonomian.
"Ketika ekonomi tumbuh, kita mempekerjakan lebih banyak orang," katanya, menegaskan poin tersebut.
Pameran teknologi CES sendiri, yang dimulai Selasa dan berlangsung hingga Jumat, dihadiri oleh sekitar 130.000 orang. Di ajang inilah Nvidia menunjukkan komitmennya. Mereka berinvestasi besar untuk menyediakan perangkat lunak dasar yang memungkinkan robot beroperasi di berbagai lini. Mulai dari manufaktur, ritel, hingga dunia perawatan kesehatan.
Jadi, naratifnya bukan tentang penggantian. Melainkan kolaborasi. Atau lebih tepatnya, kedatangan tenaga bantu baru yang siap mengisi celah-celah yang ditinggalkan oleh perubahan zaman.
Artikel Terkait
Pertamina Tutup 2025 dengan Distribusi Subsidi Nyaris Sempurna, Pertamax Green Melonjak 117%
Banjir dan Longsor Sapu 22 Desa di Halmahera Utara, Akses Bantuan Terkendala
Pasar Mobil Listrik 2026: Insentif Berakhir, Perang Harga China Jadi Penyeimbang
Cici Maulina: Dari Pemain hingga Pelatih, Setia Membela Garuda Pertiwi