Dia menambahkan, "Tuna pertama tahun ini membawa keberuntungan."
Bagi Kimura, membayar mahal untuk tuna bukan hal baru. Lihat saja catatannya. Tahun 2012 dia merogoh kocek 56,5 juta yen, lalu 155 juta yen di tahun 2013. Rekor sebelumnya dia pecahkan juga pada 2019, saat membeli seekor tuna dengan harga fantastis 333,6 juta yen. Tapi angka yang tertera hari ini benar-benar melampaui semua itu.
Memang, lelang pertama di Toyosu selalu jadi ajang gengsi. Harganya bisa melambung tinggi, jauh di atas harga normal. Tahun lalu contohnya, Onodera Group membeli tuna pembuka dengan harga 207 juta yen. Ikan itu rencananya akan dihidangkan di restoran sushi mereka di seluruh Jepang.
Suasana lelang pagi buta di Toyosu sendiri sudah jadi atraksi wisata. Hiruk-pikuknya khas, penuh teriakan dan semangat. Lelang hari Senin kemarin dimulai sekitar pukul lima pagi waktu setempat. Dan tak butuh waktu lama setelah palu jatuh, tuna senilai miliaran rupiah itu sudah dipotong-potong dan siap disajikan untuk pelanggan di restoran milik Kimura.
Rupanya, tradisi memburu tuna termahal di awal tahun masih terus berlanjut. Dengan harga yang semakin tak terkira.
Artikel Terkait
Bauran Energi Hijau Indonesia Sentuh 15,75 Persen di 2025
Defisit APBN 2025 Sengaja Dibesarkan, Purbaya: Biar Ekonomi Tak Morat-Marit
Mendagri Izinkan Warga Gunakan Kayu Banjir untuk Bangun Rumah, Asal Tak Dijual
Prabowo Siap Sambangi Forum Ekonomi Dunia di Davos 2026