Retret Kabinet Merah Putih masih berlanjut. Dari kawasan Hambalang, Bogor, acara yang sudah berjalan sejak siang itu diputuskan untuk diperpanjang hingga Selasa malam ini, 6 Januari 2026. Rencananya, Presiden Prabowo Subianto akan kembali memberikan pengarahan kepada para menterinya.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memberikan konfirmasi ini di sela-sela acara. Menurutnya, sesi siang tadi baru diisi oleh paparan dari beberapa menteri. Waktu terus bergulir hingga akhirnya tiba saatnya maghrib.
"Kemudian Bapak Presiden memutuskan untuk break," kata Prasetyo.
"Istirahat dulu, salat maghrib dan makan. Nanti kita lanjutkan lagi sekitar pukul 18.45," tambahnya.
Alasannya, masih banyak hal yang harus dibahas. Retret Jilid II ini ternyata belum menyentuh sejumlah program prioritas pemerintah. Topik-topik besar seperti hilirisasi, dari pangan sampai energi, masih mengantri.
"Rencananya, mungkin di sesi malam nanti Presiden yang akan menyampaikannya," ujar Prasetyo.
Soal hilirisasi ini, pemerintah punya agenda padat. Prasetyo membeberkan, hanya di bulan Januari saja sudah ada enam groundbreaking yang direncanakan. Februari dan Maret akan menyusul, dengan target menyelesaikan sekitar 18 program hilirisasi yang sudah disepakati sebelumnya.
Salah satu proyek yang mendesak adalah Waste to Energy. Ini akan dibangun di 34 titik, di kabupaten dan kota yang sampahnya sudah melampaui 1.000 ton per hari. Gunungan sampah itu harus segera diatasi, sebelum menimbulkan masalah yang lebih kompleks.
"Lalu ada juga beberapa program energi, seperti pembangunan titik-titik DME," sebutnya.
Tak ketinggalan sektor pertanian. Programnya disebut padat karya, tapi nilai investasinya juga tidak main-main. Prasetyo menekankan potensi besar yang dimiliki Indonesia.
"Kita ini negara yang dikaruniai Tuhan. Bisa memproduksi komoditas bernilai jual tinggi. Kopi, cokelat, pala, dan sebagainya. Itu yang akan kita garap," jelasnya.
Dengan agenda yang masih menumpuk, suasana di Hambalang malam ini dipastikan masih akan ramai. Para menteri bersiap untuk sesi lanjutan yang mungkin akan berlangsung cukup panjang.
Artikel Terkait
BPD Papua Gandeng MNC Life Hadirkan Asuransi Jiwa Kredit untuk ASN
Bareskrim Uji Kualitas Emas Sitaan Rp25,8 Triliun dari Tambang Ilegal
KIP Perintahkan BKN Buka Dokumen Hasil TWK KPK untuk Dua Mantan Pegawai
Kadin Soroti Rencana Impor 105.000 Mobil Pikap India Ancam Industri Otomotif Lokal