Laporan serupa terus berdatangan ke BNPB. Di Jawa Tengah, hujan deras mengguyur Kabupaten Grobogan dan membanjiri tiga desa. Sekitar 140 rumah terdampak, meski kondisi sekarang airnya sudah perlahan surut.
Sementara itu, di Jawa Barat, Kota Cirebon cukup parah terdampak. Lebih dari 1.200 keluarga atau hampir 4.000 jiwa merasakan akibatnya, dengan 130 orang di antaranya harus mengungsi. Wilayahnya tersebar di lima kelurahan. Kabar baiknya, banjir di sini sudah surut dan warga mulai sibuk membersihkan lumpur serta sampah yang ditinggalkan air.
Tak ketinggalan, Lampung juga mengalami hal serupa. Faktor cuaca memicu banjir di dua desa di Kabupaten Pesawaran, yang berdampak pada 320 keluarga. Nasib kedua desa agak berbeda: genangan di Desa Panengahan mulai berkurang, tapi di Desa Mada Jaya air masih bertahan.
Muhari menegaskan, BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak. Fokusnya pada penanganan darurat yang optimal, mulai dari pemantauan lapangan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan. Semua ini dilakukan dalam situasi cuaca yang masih tak menentu dan berpotensi hujan lebat.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Pasokan LPG Aman Meski Selat Hormuz Tegang
Pemerintah Siapkan Implementasi B50 Mulai Juli 2026, Proyeksi Hemat Subsidi Rp48 Triliun
Groundbreaking Pabrik Melamin Pertama Indonesia Senilai Rp10,2 Triliun Digelar Pekan Depan di Gresik
Menko Airlangga: Ekonomi Kuartal I-2026 Tumbuh 5,5%, Penerimaan Pajak Naik 14,3%